Home Ekonomi Nelayan Terdampar di Lautan India Tiba di Pelabuhan Lampulo
EkonomiNews

Nelayan Terdampar di Lautan India Tiba di Pelabuhan Lampulo

Share
Share

BANDA ACEH – Sebanyak 39 nelayan asal Aceh yang hanyut ke lautan India saat sedang mencari ikan, kini tiba di Banda Aceh.  Kedatangan mereka dikawal oleh TNI angkatan laut Sabang.

Sebelumnya 39 nelayan itu hanyut ke perairan Andaman India karena mengalami kerusakan kapal akibat tersangkut sampah di bagian propeler (baling-baling) kapal. Awalnya mereka menangkap ikan di wilayah perairan pantai wilayah Utara Sabang.

Lalu 39 nelayan tersebut dijemput oleh KRI Imam Bonjol yang kemudian dibawa pulang ke Sabang untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan.

Para nelayan hanyut di lautan India sejak 30 Oktober 2017 lalu, kemudian berhasil mendapatkan pertolongan, dijemput oleh tim kapal KRI Imam Bonjol dan langsung diantarkan ke Dermaga Lanal Sabang dan tiba pada 2 November 2017. Setiba di  Sabang mereka langsung mendapatkan perawatan dan pemeriksaan.

Pantauan popularitas.com, para nelayan tiba di pelabuhan Lampulo sekitar pukul 13.30 WIB untuk melakukan pembongkaran hasil ikan tangkapan yang telah delapan hari berada dalam kapal. Usai pembongkaran mereka langsung kembali ke Sabang.

Petugas TNI Angkatan Laut yang mengawal mereka, Sertu Nanang mengatakan, para nelayan tersebut hanya diberikan izin sementara untuk melakukan pembongkaran ikan di Banda Aceh. Selanjutnya lima orang perwakilan dari nelayan harus kembali ke Sabang untuk proses pengurusan izin dokumen kapal.

Sementara itu, Nahkoda kapal  KM Sinar Bahagia, Sofyan Nurdin mengatakan, kepala mereka  mengalami kerusakan pada bagian propeler sehingga mesin mati dan mereka terdampar di wilayah perairan India lalu ditahan oleh otoritas India selama dua hari.

Kapal nelayan itu mengalami kerusakan pada hari ke delapan saat mereka sedang mencari ikan. “Baling-baling nya tersangkut sampah,  lama kali lepas  akhirnya kami hanyut ke lautan Andaman India. Kemudian ditangkap oleh kapal perikanan.  Kami di sana hanya dua malam dan diperlukan dengan baik tidak ada kekerasan,” jelas Sofyan Nurdin.

Nahkoda kapal nelayan ini mengaku, mereka mencari ikan masih dalam wilayah Aceh bagian Utara.  “Belum masuk ke wilayah orang masih di wilayah kita. Kami bisa sampai ke India karena hanyut akibat kapal rusak,” tutupnya.[acl]

Zuhri Noviandi

Share
Tulisan Terkait
News

Wagub Fadhlullah Juga Tinjau Sejumlah Infrastruktur dan Kondisi Sungai di Bireuen dan Aceh Utara

POPULARITAS.COM – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), melakukan peninjauan sejumlah infrastruktur...

NewsSepakbola

Catat Sejarah,  Indonesia Raih Juara FIFA ASEAN Cup 2026

POPULARITAS.COM – Emil Audero, menjadi sosok penentu raihan gelar juara FIFA ASEAN...

News

6 Trik agar Pengajuan Pinjaman UMKM Tanpa Jaminan Lolos Verifikasi

POPULARITAS.COM – Pinjaman UMKM online tanpa jaminan perlu melewati tahap verifikasi meski...

News

Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMAN 3 Banda Aceh Naik ke Tahap Penyidikan

POPULARITAS.COM – Polresta Banda Aceh meningkatkan kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar...

Exit mobile version