POPULARITAS.COM – Sebanyak Rp10 mililar, anggaran yang bersumber dari APBK Pidie Jaya 2026, dialokasikan untuk pembelian benih udang vaname dan ikan. Dana tersebut ditempatkan di Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP).
Anggaran jumbo itu, dipecah-pecah dalam dalam paket-paket kecil, dengan besaran bervariasi, rata-rata Rp200 juta. Kegiatan pengadaan benih udang vaname dan ikan itu, dilakukan dengan metode pengadaan langsung (PL).
Benih-benih itu, diperuntukan bagi kelompok masyarakat penerima manfaat yang miliki tambak udang dan juga ikan. Namun, terdapat juga paket yang jumlah Rp50 jutaan.
Salah satu penerima manfaat, yakni Kelompok Usaha Tani (KUT) Gampong Udeung di Kecamatan Bandar Baru. Masyarakat di sini, mendapatkan alokasi pengadaan benih ikan lele senilai Rp200 juta.
Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) Pidie Jaya, Fajri membenarka bahwa, pihaknya mengelola anggaran Rp10 miliar untuk pengadaan benih udang vaname dan ikan. Namun, porsi dana tersebut, merupakan milik anggota dewan yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (Pokir) legislatif.
“Iya benar, ada 70 an pekat. Nilainya total Rp10 miliar,” katanya kepada popularitas.com, Jumat 4 September 2026.
“Total anggaranya sekitar Rp 10 miliar lebih, sudah termasuk operasional dinas,” lanjutnya.
Benih maupun pakan hasil pengadaan non tender itu kemudian akan diserahkan ke kelompok masyarakat untuk dilepas atau “dihamburkan” ke dalam air kolam dan tambak sebagai budidaya.
“Iya. Tahun ini ke kolam ada juga, cuma tidak begitu banyak. Yang paling banyak tambak,” ungkapnya.
Untuk proses masyarakat penerima manfaat, pihaknya terlebih dahulu melakukan proses verifikasi. Untuk itu, para petugas lapangan akan melaukan pengecekan di lapangan nantinya.
“Nanti ada yang turun ke lapangan, cek lokasi dan juga penerima manfaat,” sebutnya.
Dari total anggaran tersebut, saat ini prosesnya sedang berlangsung untuk seluruh pengadaan benih, baik udang vaname maupun ikan, demikian Fajri.


Leave a comment