Home News 10 orang tewas dalam tragedi penembakan saat perayaan Imlek
News

10 orang tewas dalam tragedi penembakan saat perayaan Imlek

Share
10 orang tewas dalam tragedi penembakan saat perayaan Imlek
Ilustrasi penembakan (ANTARA/Shutterstock)
Share

POPULARITAS.COM – Sedikitnya 10 orang tewas dalam penembakan massal di sebuah kelab malam yang menggelar perayaan Tahun Baru China (Imlek) di dekat Los Angeles, Amerika Serikat.

Setidaknya 10 orang lainnya terluka ketika pelaku melepaskan tembakan di kelab malam itu di Monterey Par pada Sabtu (21/1/2023) malam.

Dilansir dari surat kabar harian LA Daily News, penembakan itu terjadi di sebuah ruang dansa pada sekitar pukul 22.20 waktu setempat (Minggu, 13.20 WIB) di Monterey Park.

“Sepertinya peristiwa itu merupakan insiden tunggal,” kata Deputi Tracy Koerner.

Menurut Los Angeles Times, penembakan terjadi di Garvey Avenue. Mengutip sumber penegak hukum, surat kabar itu menyebutkan bahwa jumlah korban tewas bisa lebih dari belasan orang.

Terletak di bagian timur Kota California, Montery Park memiliki populasi 61.000 orang, sekitar 65 persen di antaranya adalah warga keturunan Asia, menurut laporan LA Daily News.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

HukumNews

KPK Bakal Buka Penyidikan Baru Kembangkan Penerimaan Amplop Menhut Raja Juli

POPULARITAS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang mengembangkan penyidikan terkait dugaan...

NewsTeknologi

Prabowo Targetkan Indonesia Punya Pemerintahan Digital Kelas Dunia

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memiliki pemerintahan digital kelas dunia...

News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

Exit mobile version