Home Internasional PBB Bahas Pendirian Negara Palestina Tanpa Hamas
InternasionalNews

PBB Bahas Pendirian Negara Palestina Tanpa Hamas

Share
Poto : Anadolu Ajansi.
Share

POPULARITAS.COM – Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijadwalkan menggelar pemungutan suara pada Jumat (12/9/2025) waktu setempat, atau Sabtu (13/9/2025) Waktu Indonesia Barat, untuk mendukung Deklarasi New York. Deklarasi tersebut adalah resolusi penting untuk menghidupkan kembali solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina, tanpa melibatkan kelompok Hamas.

Kantor berita AFP melaporkan, Deklarasi New York diusulkan oleh Perancis dan Arab Saudi, serta telah mendapatkan dukungan dari Liga Arab dan 17 negara anggota PBB lainnya, termasuk sejumlah negara Arab.

Dokumen ini secara tegas mengecam serangan Hamas terhadap warga sipil Israel pada 7 Oktober 2023, sekaligus menyerukan pembebasan semua sandera yang masih ditahan kelompok tersebut. “Dalam konteks mengakhiri perang di Gaza, Hamas harus mengakhiri kekuasaannya di Gaza dan menyerahkan persenjataannya kepada Otoritas Palestina, dengan keterlibatan dan dukungan internasional, sejalan dengan tujuan Negara Palestina yang berdaulat dan merdeka,” demikian tertulis dalam Deklarasi New York.

Deklarasi ini secara resmi bernama Deklarasi New York tentang Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara. Selain menuntut diakhirinya perang Gaza, dokumen ini juga membuka peluang pembentukan misi stabilisasi internasional sementara di bawah mandat Dewan Keamanan PBB. Tujuannya adalah melindungi warga sipil Palestina dan membantu proses transisi kekuasaan dari Hamas kepada Otoritas Palestina.

Selama hampir dua tahun terakhir, Israel terus mengkritik lembaga-lembaga PBB karena dianggap tidak mengecam serangan Hamas. Namun, lewat Deklarasi New York, PBB kini secara eksplisit menyampaikan potret berbeda. “Fakta bahwa Majelis Umum akhirnya mendukung teks yang mengecam Hamas secara langsung merupakan hal yang signifikan,” ujar Richard Gowan, Direktur PBB di International Crisis Group, kepada AFP.

Meski demikian, Gowan menilai Israel mungkin tetap merasa bahwa langkah ini terlambat dan tidak cukup. Namun menurut dia, “Sekarang setidaknya negara-negara pendukung Palestina dapat menepis tuduhan Israel bahwa mereka secara implisit membenarkan Hamas,” katanya. Ia menambahkan, dukungan terhadap deklarasi ini juga “memberikan perisai terhadap kritik Israel.”

Pemungutan suara di Majelis Umum ini juga menjadi pembuka menuju KTT PBB pada 22 September yang akan dipimpin bersama oleh Arab Saudi dan Perancis di New York.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...

Exit mobile version