Home News 15 pendaki ditemukan meninggal dunia di Gunung Marapi
News

15 pendaki ditemukan meninggal dunia di Gunung Marapi

Share
Masyarakat diminta waspadai erupsi freatik Gunung Sorik Marapi
Pengunjung menikmati panorama Gunung Marapi dan Gunung Singgalang dari Puncak Data, Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (19/2/2022). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/nym.
Share

POPULARITAS.COM – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan, hingga Selasa (5/12/2023) pukul 22.28 WIB, jumlah korban terkonfirmasi meninggal dunia akibat erupsi gunung marapi yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, bertambah menjadi 15 orang.

“Sepuluh di antaranya sudah dapat teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification atau Tim DVI. Sementara 5 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi di RSUD dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Rabu (6/12/2023).

Dengan adanya penambahan korban tersebut, maka jumlah pendaki yang masih belum bisa dievakuasi sebanyak 8 orang.

“Hingga kini, proses pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan oleh tim gabungan,” katanya.

Hingga pagi ini, Gunung Marapi tercatat sudah mengalami erupsi sebanyak 46 kali. Erupsi terakhir tercatat melalui seismograf pada Selasa (5/12) pukul 06.24 WIB dengan amplitudo maksimum 25.1 mm dan durasi 80 detik. Gunungapi dengan ketinggian 2.891 mdpl tersebut masih berstatus waspada atau level II.

BPBD Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar bersama tim gabungan terus memonitor perkembangan erupsi Gunung Marapi di lokasi guna melakukan tindakan cepat dalam penanganan evakuasi warga apabila kembali terjadi aktivitas vulkanik yang lebih besar.

Masyarakat di sekitar Gunung Marapi diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun pada jarak kurang dari 3 km dari puncak. Selain itu, masyarakat yang berada di 4 kecamatan terdekat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Selain itu masyarakat agar memakai masker ketika beraktivitas di luar ruangan,” katanya.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpancing isu yang masih simpang siur dan tidak menyebarkan informasi yang belum bisa diverifikasi kebenarannya.

“Harap selalu mengikuti arahan dan imbauan dari pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HukumNews

Kolonel Budi Utomo dan 4 Tersangka Korupsi Motor MBG Resmi Ditahan

POPULARITAS.COM – Penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung menahan lima tersangka kasus dugaan korupsi...

EkonomiNews

Dua Koperasi dan Satu BUMD Akan Kelola Sumur Minyak Masyarakat di Aceh

POPULARITAS.COM – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS)...

KesehatanNews

Menu Sarapan Dikira Sehat padahal Bikin Gula Darah Naik

POPULARITAS.COM – Sarapan sering diisi makanan yang dianggap praktis sekaligus menyehatkan, mulai...

News

Ini Jabatan Baru Listyo Sigit Usai Diberhentikan dari Kapolri

POPULARITAS.COM – Jenderal Listyo Sigit Prabowo memperoleh jabatan baru usai diberhentikan dari...

Exit mobile version