Home Internasional 33 orang tewas di Nigeria akibat banjir
Internasional

33 orang tewas di Nigeria akibat banjir

Share
33 orang tewas di Nigeria akibat banjir
Banjir di Nigeria. ANTARA/Anadolu/PY
Share

POPULARITAS.COM – Banjir yang terjadi di negara bagian Jigawa, Nigeria, Jumat (23/8/2024), sebabkan 33 orang warga negara itu tewas. Selain itu juga, dilaporkan ribua lainnya mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.

Kepala Badan Manajemen Darurat Negara Nigeria, Haruna Mairinga dalam keterangannya mengatakan, hujan deras yang terus menerus melanda kawasan Jigawa, sebabkan meluapnya sungai-sungai dan banjir bandang.

Akibatnya, 14 wilayah pemerintahan lokal terdampak banjir yang menewaskan 33 orang, tambahnya.

Dia menambahkan bahwa ada sebanyak “44.000 orang telah kehilangan tempat tinggal.”

Dia juga mengatakan banjir tersebut merusak 7.800 rumah dan menggenangi 10.337 hektar lahan pertanian.

Ribuan orang yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir tersebut sedang menerima perawatan medis dan bantuan makanan di tempat penampungan sementara yang disediakan oleh pemerintah, katanya.

Pemerintah dan masyarakat khawatir banjir ini akan terus berlanjut setelah ada peringatan banjir yang dikeluarkan Badan Layanan Hidrologi negara itu pada Jumat terkait meningkatnya permukaan air Sungai Niger di Niger, negara tetangga Nigeria.

Share
Tulisan Terkait
InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

Internasional

Tiga rudal Iran hantam Yordania

POPULARITAS.COM – Tiga rudal Iran hantam Yordania, Minggu 19 Juli 2026. Namun,...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

InternasionalNews

Israel Larang Azan Subuh di Masjid Bethlehem Tepi Barat

POPULARITAS.COM – Pasukan pendudukan Israel kembali memicu kecaman setelah dilaporkan melarang azan...

Exit mobile version