Home News 5.000 Dapur MBG Ditargetkan Terapkan Sistem Prasmanan
News

5.000 Dapur MBG Ditargetkan Terapkan Sistem Prasmanan

Share
Pengawasan dapur MBG. Poto : Dok. popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat validasi data penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) untuk memastikan penyaluran makanan sesuai jumlah penerima yang terdata. Selain membenahi tata kelola dan standar operasional dapur, BGN menargetkan 1.000 hingga 5.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG dapat menerapkan sistem makan prasmanan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, saat ini terdapat 26.385 SPPG yang telah ditetapkan melalui surat penetapan sementara. Jumlah tersebut akan terus bertambah, terutama untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani program MBG.

Selain memperbaiki pendataan, BGN juga menguji sistem MBG dengan metode prasmanan. Sudaryono menyebut sekitar 62 SPPG di berbagai wilayah telah mengikuti program percontohan, termasuk di Merauke, Pulau Madura, Jawa, dan Riau.

Ujicoba direncanakan berlangsung selama dua minggu untuk mengevaluasi manfaat dan mengidentifikasi kendala penerapan sistem tersebut.

“Insyallah, apabila tidak ada masalah yang signifikan, kami menargetkan sebanyak 1.000 hingga 5.000 dapur dapat menerapkan sistem prasmanan,” kata Sudaryono saat mengunjungi SD Negeri Cot Meujaraja, Desa Cot Karieng, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Selasa (13/10/2026).

Menurut Sudaryono, sistem prasmanan berpotensi membuat lebih banyak makanan dihabiskan siswa karena mereka dapat mengambil tambahan selama persediaan masih tersedia. Makanan juga dapat dibawa ke kelas dalam keadaan hangat, sehingga lebih segar saat disantap.

Selain itu, metode ini dinilai dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan makan bersama. Keterlibatan siswa, kata Sudaryono, merupakan bagian dari pendidikan, bukan upaya mempekerjakan mereka secara cuma-cuma.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan belajar melayani teman, mengantre, berbagi tugas, dan bersabar.

Meski demikian, penerapan prasmanan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan dapur dan sekolah.

“Kami akan memulai sistem prasmanan dari dapur yang mampu dan bersedia melaksanakannya, serta sekolah yang mau, mampu, dan memiliki kesiapan untuk menerapkan sistem tersebut,” kata Sudaryono.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Jakarta Diprediksi sebagai Kota Urutan Pertama di Dunia yang Terancam Lenyap

POPULARITAS.COM – Kenaikan permukaan laut dan penurunan permukaan tanah membuat sejumlah kota...

News

12 Orang Utan Lahir di Pusat Reintroduksi Jantho

POPULARITAS.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mencatat sebanyak 12...

News

Bupati Pidie Jaya Ingatkan Pentingnya Akurasi Data Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi mengingatkan jajarannya akan pentingnya akurasi...

EkonomiNews

BI Aceh Berkomutmen Perkuat Pengembagan UMKM di Aceh

POPULARITAS.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), menerima audiensi Kepala...

Exit mobile version