Home News 6.562 Warga Aceh Tengah Masih Terisolir Akibat Banjir dan Longsor
News

6.562 Warga Aceh Tengah Masih Terisolir Akibat Banjir dan Longsor

Share
Warga menggunakan Sling untuk melintasi sungai akibat jembatan putus karena bajir di kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Foto : HO | Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM –  Sebanyak 6.562 jiwa warga Kabupaten Aceh Tengah hingga kini masih hidup dalam kondisi terisolir akibat bencana banjir dan longsor yang melanda daerah tersebut sejak 26 November 2025 lalu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah, Mustafa Kamal mengatakan isolasi terjadi akibat kerusakan parah infrastruktur, mulai dari jalan tertimbun longsor hingga jembatan yang ambruk.

“Kondisi ini menyebabkan sejumlah kampung masih sulit dijangkau melalui jalur darat,” kata Mustafa Kamal, Senin (19/1/2025).

Mustafa menjelaskan, untuk menjangkau wilayah-wilayah terisolir tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan distribusi bantuan logistik melalui jalur udara menggunakan helikopter.

BNPB, lanjut Mustafa  mengerahkan tiga jenis helikopter, yakni EC155-B1, Bell 407, dan AS 365, dengan total sembilan sorti penerbangan.

Bantuan disalurkan ke sejumlah titik kritis, di antaranya Kampung Serule, Terang Engon, Buge Ara, Pantan Reduk, Reje Payung, Kute Reje, Linge, Delung Sekinel, dan Atu Payung.

“Total kapasitas logistik yang diangkut dalam misi hari ini mencapai ribuan kilogram guna memastikan kebutuhan pokok warga pengungsian tetap terpenuhi,” ujarnya.

Selain warga yang terisolir, Mustafa menyebutkan bencana banjir dan longsor juga menyebabkan sebanyak 5.306 orang mengungsi di 45 titik pengungsian yang tersebar di Aceh Tengah.

Di antara para pengungsi terdapat kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, anak-anak, serta lansia yang membutuhkan penanganan dan perhatian khusus.

Situasi semakin diperparah dengan terganggunya layanan dasar. Tercatat sebanyak 235 tiang listrik mengalami kerusakan sehingga pasokan listrik terganggu di 38 desa.

Selain itu, sebanyak 101 sarana air bersih terdampak, serta akses telekomunikasi terputus di 40 desa, yang menghambat komunikasi warga dengan pihak luar.

Namun demikian, Mustafa mengakui cuaca yang masih berpotensi ekstrem menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan penanganan di lapangan.

“Masyarakat di wilayah terdampak kami imbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, sembari menunggu akses transportasi dan layanan dasar kembali normal,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...

Exit mobile version