Home News Edukasi 6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda
EdukasiNews

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

Share
6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda. Poto : HO | Antara
Share

POPULARITAS.COM – Sebanyak 12 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda darurat, setelah terdampak banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025.

“Saat ini ada beberapa sekolah masih belajar di tenda darurat, yaitu sekitar 12 sekolah,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Salimsyah dikutip dari Antara, Minggu (31/5/2026).

Salimsyah mengatakan ke-12 sekolah tersebut tersebar di Kecamatan Ketol, Kecamatan Bintang, dan Kecamatan Linge.

Kerusakan yang dialami masing-masing sekolah bervariasi, mulai dari bangunan yang tidak lagi layak digunakan hingga akses menuju sekolah yang terputus akibat perubahan kondisi sungai pascabencana.

Menurut Salimsyah, banyak sekolah terdampak kini terpisah oleh aliran sungai yang melebar setelah bencana. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa saat harus menyeberang untuk mengikuti kegiatan belajar.

Kondisi itu mendorong pemerintah daerah menyiapkan lokasi belajar sementara agar proses pendidikan tetap berjalan.

“Ada inisiatif pemerintah daerah membangun dua tempat. Pertama, sekolah asal. Kedua, ada tempat yang bisa dimanfaatkan di tenda. Ada beberapa titik seperti itu, Ketol, Bintang, dan Linge,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga terus mencari solusi jangka pendek agar siswa tidak lagi belajar di tenda darurat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan ruang belajar sementara sambil menunggu pembangunan fasilitas pendidikan yang lebih permanen.

“Kita harapkan dalam waktu dekat bisa dihadirkan ruang belajar darurat, apakah di rumah atau sekolah berdekatan. Yang jelas ini terus kita usahakan secepat mungkin demi menghadirkan pendidikan yang nyaman untuk anak-anak kita,” katanya.

Selain menyiapkan ruang belajar sementara, pemerintah daerah juga mengkaji relokasi sekolah yang berada di kawasan rawan bencana. Proses tersebut masih menghadapi sejumlah kendala administratif, terutama terkait kelengkapan dokumen kepemilikan lahan.

“Karena salah satu syaratnya itu surat tanah. Saat kita ke lapangan menyerap informasi dari kepala desa dan kepala sekolah, memang terkendalanya di situ,” ujar Salimsyah.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) Aceh Kementerian Dalam Negeri, Imran mengatakan pemerintah daerah sedang mengupayakan pemindahan sementara kegiatan belajar mengajar ke sekolah yang masih dapat digunakan.

Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi sementara hingga pembangunan sekolah permanen dapat direalisasikan melalui dukungan anggaran pemerintah.

“Dalam waktu singkat pemerintah daerah bisa sementara menggunakan sekolah yang masih bisa digunakan dari pada belajar di tenda. Sambil menunggu dibangunnya sekolah permanen. Kita harap pemkab cepat bangun sekolah sementara,” pungkas Imran.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HukumNews

KPK Tetapkan Bupati Klaten dan Kepala BPK Jawa Tengah sebagai Tersangka Korupsi

KPK Tetapkan Bupati Klaten dan Kepala BPK Jawa Tengah sebagai Tersangka Korupsi...

News

Prabowo Ulang Tahun Ke-75

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto genap berusia 75 tahun pada Sabtu (17/10/2026)....

InternasionalNews

Baru 5 Hari Kerja, Sekretaris Pers Donald Trump Dipecat

POPULARITAS.COM –  Sekretaris pers Gedung Putih Katie Zacharia dipecat, padahal baru lima...

News

4 Petugas Meninggal saat Padamkan Karhutla di Bromo

POPULARITAS.COM – Empat petugas meninggal saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Exit mobile version