POPULARITAS.COM – Seluruh ibu di dunia memiliki peran yang sangat penting dan tidak tergantikan dalam kehidupan setiap manusia. Sejak mengandung, melahirkan, hingga membesarkan anak, ibu mencurahkan tenaga, waktu, dan kasih sayang tanpa pamrih.
Jasa yang begitu besar tersebut sudah sepantasnya mendapatkan apresiasi dan penghormatan. Hari Ibu hadir sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh ibu atas peran pentingnya dalam keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Pada berbagai belahan dunia, Hari Ibu diperingati sebagai momen khusus untuk mengenang dan menghargai perjuangan ibu. Menariknya, setiap negara memiliki tanggal peringatan Hari Ibu yang berbeda-beda, disesuaikan dengan latar belakang sejarah dan budaya masing-masing.
Di Indonesia, Hari Ibu diperingati setiap 22 Desember, sebuah tanggal yang menyimpan sejarah penting dan tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas.
Berikut ini deretan fakta tentang Hari Ibu yang jarang diketahui.
1. Hari Ibu di Indonesia dan keunikan sejarahnya
Berbeda dengan perayaan Hari Ibu di sejumlah negara yang lebih menonjolkan hubungan emosional antara ibu dan anak, Hari Ibu di Indonesia memiliki akar sejarah yang kuat dengan perjuangan perempuan.
Penetapan 22 Desember tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan merujuk pada peristiwa penting dalam sejarah pergerakan perempuan Indonesia.
Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Hari Ibu di Indonesia lahir dari semangat perjuangan, kesetaraan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan.
Peringatan ini pada awalnya bukan hanya tentang peran ibu dalam keluarga, tetapi juga tentang kontribusi perempuan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
2. Sejarah Hari Ibu di dunia
Secara internasional, sejarah Hari Ibu bermula dari gerakan sosial yang memperjuangkan perdamaian dan kesetaraan gender. Salah satu tokoh yang dikenal luas adalah Anna Jarvis, seorang perempuan asal Amerika Serikat.
Ia memperjuangkan Hari Ibu sebagai bentuk penghormatan terhadap ibunya yang gigih memperjuangkan hak-hak perempuan dan nilai kemanusiaan.
Upaya Anna Jarvis kemudian menginspirasi banyak negara lain untuk mengadopsi perayaan Hari Ibu. Seiring waktu, Hari Ibu menjadi simbol penghormatan terhadap perempuan, khususnya ibu, yang telah berkontribusi besar dalam kehidupan sosial dan keluarga.
3. Akar sejarah Hari Ibu di Indonesia
Di Indonesia, Hari Ibu juga berakar dari perjuangan perempuan yang turut ambil bagian dalam sejarah kemerdekaan. Sejak masa penjajahan, perempuan Indonesia telah menunjukkan keberanian dan keteguhan dalam melawan penindasan.
Sejumlah tokoh perempuan tercatat sebagai pahlawan nasional, seperti Tjuk Nyak Dien dari Aceh, Nyi Ageng Serang dari Jawa, RA Kartini dari Jawa Tengah, serta banyak tokoh perempuan lainnya.
4. Terinspirasi dari pergerakan perempuan era kemerdekaan
Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, perempuan Indonesia telah berjuang bersama kaum laki-laki untuk merebut kemerdekaan. Mereka memiliki tekad kuat, keberanian tinggi, serta kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam kehidupan bangsa.
Dari semangat tersebut, lahirlah Kongres Perempuan Indonesia I sebagai tonggak penting pergerakan perempuan nasional. Kongres Perempuan Indonesia I diselenggarakan pada 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta.
Dari kongres tersebut, lahir tiga mosi penting yang menjadi pijakan kemajuan perempuan Indonesia, yaitu tuntutan penambahan sekolah dasar bagi anak perempuan, perbaikan aturan terkait taklik dalam perkawinan, serta perbaikan aturan mengenai bantuan bagi janda dan anak yatim pegawai negeri.
Ketiga mosi ini menunjukkan perjuangan perempuan tidak hanya berfokus pada politik, tetapi juga pada pendidikan dan kesejahteraan sosial.
5. Penetapan resmi peringatan Hari Ibu
Seiring berjalannya waktu, semangat Kongres Perempuan Indonesia I terus hidup dan berkembang. Akhirnya,peringatan hari Ibu ditetapkan secara resmi pada 22 Desember 1938 dalam Kongres Perempuan Indonesia III yang berlangsung di Bandung.
Penetapan ini kemudian diperkuat oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang bukan hari libur. Sejak saat itu, Hari Ibu secara resmi diperingati setiap tahun di Indonesia.
6. Pergeseran makna Hari Ibu masa kini
Seiring perkembangan zaman, makna Hari Ibu di Indonesia mengalami pergeseran yang positif. Jika dahulu lebih menekankan aspek perjuangan perempuan, kini Hari Ibu juga dimaknai sebagai momen untuk mengungkapkan rasa cinta, terima kasih, dan penghargaan kepada ibu dalam lingkup keluarga.
Saat ini, Hari Ibu dirayakan dengan berbagai cara sederhana, seperti memberikan bunga, hadiah, menuliskan ucapan, atau meluangkan waktu bersama ibu. Meski bentuk perayaannya berubah, esensi Hari Ibu tetap sama, yakni menghargai peran dan jasa ibu dalam kehidupan.
Tahun ini, Indonesia telah memasuki peringatan Hari Ibu ke-97, menandakan semangat penghormatan terhadap perempuan dan ibu terus hidup dari generasi ke generasi. Hari Ibu menjadi pengingat peran ibu tidak hanya penting dalam keluarga, tetapi juga dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa.

Leave a comment