Home News 8.853 warga Aceh Tamiang masih bertahan di pengungsian
News

8.853 warga Aceh Tamiang masih bertahan di pengungsian

Share
Banjir Aceh Utara lumpuhkan jalan lintas Nasional Medan-Banda Aceh
Ilustrasi, banjir di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Senin (3/1/2022). FOTO : popularitas.com/rizkita
Share

POPULARITAS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang mengatakan sebanyak 8.853 warga di kabupaten itu masih bertahan di pengungsian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Aceh Tamiang Diwan Syahputra, mengatakan banjir yang merendam hampir seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dilaporkan mulai berangsur surut.

“Laporan sementara, banjir sudah mulai surut. Namun, ada 8.853 warga masih mengungsi yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang,” kata Diwan Syahputra, dikutip dari Antara, Sabtu (8/1/2022).

Diwan Syahputra mengatakan pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Kota Kuala Simpang mencapai 3.716 jiwa yang tersebar di 17 titik lokasi pengungsian.

Kemudian, Kecamatan Karang Baru dengan pengungsi mencapai 1.109 jiwa, Kecamatan Manyak Payed sebanyak 2.153 jiwa, Kecamatan Bendahara mencapai 1.850 jiwa, dan Kecamatan Banda Mulia sebanyak 25 jiwa.

Sedangkan tujuh kecamatan lainnya di wilayah hulu Kabupaten Aceh Tamiang, yang sebelumnya dilanda banjir parah yakni, Kecamatan Tamiang Hulu, Kecamatan Bandar Pusaka, dan Kecamatan Sekerak tidak ada lagi pengungsi, kata Diwan Syahputra.

“Dan kemungkinan besar hari ini jumlah pengungsi terus berkurang karena banjir sudah surut. Kecuali di Kecamatan Bendahara karena ada tanggul sungai jebol yang menyebabkan air meluap,” kata Diwan Syahputra.

Sementara itu, Camat Bendahara Fakhrurrazi Syamsuyar mengatakan banjir sudah tampak surut di kawasan tanggul jebol. Namun, pihaknya mengingatkan masyarakat tetap waspada kemungkinan banjir susulan.

“Dari pantauan kami, banjir sudah surut dibandingkan hari pertama saat tanggul jebol. Sedangkan jumlah dapur umum masih tetap sebanyak 35 titik tersebar di 30 kampung terdampak banjir,” kata Fakhrurrazi.

Fakhrurrazi Syamsuyar mengatakan korban banjir di kecamatan itu mengungsi rumah kerabat, musala dan masjid serta fasilitas umum yang disediakan pemerintah kabupaten.

“Bantuan sosial juga sudah kami salurkan ke 30 kampung yang warganya mengungsi. Kami juga ingatkan warga tetap waspada karena badan tanggul yang jebol belum bisa diperbaiki. Bisa saja banjir kiriman dari hulu datang secara tiba-tiba,” kata Fakhrurrazi Syamsuyar.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Dinas PUPR Pidie belum serahkan dokumen proyek paska bencana Rp10 miliar untuk di lelang

POPULARITAS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, hingga akan...

EdukasiNews

Terima Audiensi LLDIKTI, Wagub Fadhlullah Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi dengan PTS

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci kemajuan...

News

Pascamutasi, Dinas “Basah” di Pidie Masih Lowong Pimpinan

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak 45  pejabat tingkat eselon II,...

News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

Exit mobile version