POPULARITAS.COM – Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau Ayah Wa menyebutkan uang sebesar Rp19,5 miliar bagi penyintas banjir di daerah tersebut dibelikan 1.109 ekor sapi, untuk memenuhi kebutuhan daging meugang jelang Ramadan.
“Dengan skema ini, total sapi yang dapat dibeli mencapai 1.109 ekor. Artinya, seluruh 852 gampong akan mendapatkan minimal satu ekor sapi,” kata Ayah Wa, Selasa (17/2/2026).
Ayah Wa menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari petunjuk teknis Kementerian Dalam Negeri yang mengatur bantuan sosial dapat disalurkan dalam bentuk daging, bukan uang tunai. Penyaluran dilakukan melalui mekanisme Kelompok Masyarakat (Pokmas) di masing-masing gampong.
Menurut Ayah Wa, dana bantuan yang telah ditransfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sebesar Rp19,55 miliar pada awalnya dihitung dengan asumsi harga sapi Rp50 juta per ekor. Dengan perhitungan tersebut, hanya 391 gampong yang dapat menerima bantuan.
“Dengan skema baru tersebut, setiap gampong mendapatkan minimal satu ekor sapi. Dari total pengadaan, tersisa 156 ekor sapi yang kemudian dialokasikan kepada gampong dengan tingkat dampak parah dan jumlah kepala keluarga lebih besar,” ujarnya
Menurut Ayah Wa, langkah ini diambil agar masyarakat terdampak, baik kategori parah maupun ringan, termasuk petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang kehilangan mata pencaharian, dapat merasakan bantuan secara adil.
kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari petunjuk teknis Kementerian Dalam Negeri yang menyatakan bahwa bantuan dapat disalurkan dalam bentuk daging, bukan uang tunai, melalui mekanisme Kelompok Masyarakat (Pokmas) di masing-masing gampong.
“Dari total 852 gampong di Aceh Utara, sebanyak 696 gampong terdampak parah dan 156 gampong terdampak ringan akibat banjir yang melanda beberapa waktu lalu.
Untuk memastikan pemerataan, pemerintah daerah bersama Forkopimda memutuskan menyesuaikan harga pengadaan sapi menjadi sekitar Rp17 juta per ekor (setelah pajak) dengan berat minimal 300 kilogram hidup.
Dari jumlah tersebut, setelah masing-masing gampong menerima satu ekor, tersisa 156 ekor sapi. Sapi tambahan itu kemudian dialokasikan kepada gampong yang terdampak parah dan memiliki jumlah kepala keluarga lebih besar, sehingga sebagian desa memperoleh tambahan satu hingga dua ekor sapi sesuai kebutuhan.
Menurut Ayah Wa, kebijakan ini diambil agar seluruh masyarakat terdampak baik kategori parah maupun ringan, termasuk petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang kehilangan mata pencaharian dapat merasakan bantuan secara adil dan merata.
Penyaluran dilakukan secara transparan melalui Pokmas yang dibentuk dan ditetapkan dengan surat keputusan keuchik di masing-masing gampong.
“Dana pengadaan sapi ditransfer langsung ke rekening Pokmas dan dilaksanakan secara swakelola sesuai ketentuan yang berlaku,” ucapnya.
Ayah Wa juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas perhatian terhadap masyarakat Aceh Utara yang tengah bangkit dari bencana.
“Alhamdulillah, berkat perhatian Bapak Presiden, masyarakat tetap dapat merayakan tradisi meugang menjelang Ramadhan meski dalam suasana pemulihan pascabencana. Ini menjadi penguat semangat kebersamaan untuk bangkit,” pungkasnya.

Leave a comment