Ini merupakan wisuda pertama yang dilakukan secara tatap muka di tengah masa pandemic covid-19 mewabah di propinsi paling barat Indonesia ini.
Hanya 900 orang saja yang bersedia mengikuti wisuda secara tatap muka. 470 orang lainnya mengikuti wisuda secara online. Namun meski begitu pihak kamput tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Kepala Biro, Administrasi akademik kebutuhan dan kerja sama (AAKK) UIN UIN Ar-Raniry, Junaidi mengatakan, kepastian wisuda tatap muka diputuskan dalam rapat pimpinan yang berlangsung pada 12 November 2020 lalu.
“Dalam rapat tersebut diputuskan, mahasiswa diberi dua pilihan, boleh memilih wisuda online atau tatap muka. Dan sebagian mahasiswa lebih memilih tatap muka, selebihnya secara online,” jelas Junaidi
Para wisuda tidak di ijinkan membawa pendamping dan memasang papan bunga ucapan selamat wisuda, jelas Junaidi.
“Wisuda ini tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak memperkenankan membawa pendamping dan papan bunga juga tidak usah ada,” ucapnya

Leave a comment