POPULARITAS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 0,20 persen pada September 2025 atau secara month to month (m-to-m). Sejumlah komoditas turut memengaruhi inflasi bulanan tersebut.
“Aceh tercatat bahwa pada bulan September 2025 terjadi inflasi sebesar 0,20 persen (month-to-month/m-to-m),” kata Plt Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, Rabu (1/10/2025).
Tasdik mengatakan, angka inflasi tersebut menunjukkan adanya peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,81 pada Agustus 2025 menjadi 111,03 pada September 2025.
“Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), terjadi inflasi sebesar 4,45 persen, sementara secara tahun kalender (year-to-date/y-to-d) tercatat inflasi sebesar 3,56 persen,” ujarnya.
Tasdik menyebutkan, kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi m-to-m adalah makanan, minuman, dan tembakau, yang mengalami inflasi sebesar 0,29 persen dengan kontribusi terhadap inflasi sebesar 0,11 persen.
Selain itu, Tasdik menyebutkan adapun komoditas utama yang dominan menyumbang inflasi bulanan antara lain cabai merah, emas perhiasan, cabai hijau, cabai rawit, dan wortel.
“Sementara itu, komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi y-on-y adalah cabai merah, emas, beras, bawang merah, dan sigaret kretek mesin,” ucapnya.
Tasdik mengatakan, inflasi tahunan terjadi di seluruh wilayah penghitungan inflasi pada September 2025. Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 5,80 persen, sedangkan inflasi tahunan terendah terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 3,67 persen.
“Untuk inflasi bulanan, empat wilayah lainnya mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi di Kota Banda Aceh sebesar 0,39 persen. Sementara itu, Kabupaten Aceh Tengah mengalami deflasi sebesar 0,14 persen,” pungkasnya.

Leave a comment