Home Teknologi Aceh Alami Kelangkaan Pupuk Subsidi
Teknologi

Aceh Alami Kelangkaan Pupuk Subsidi

Share
Ironi Pupuk Subsidi Langka di Tengah Pandemi
Ilustrasi. Buruh angkut memindahkan pupuk urea ke Gudang Pupuk Kujang Lini III, Awipari, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (16/11/2017). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Share

ACEH UTARA (popularitas.com) – Petani di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi, akibat minimnya kuota pupuk subsidi yang diberikan pemerintah ke kabupaten/kota di Aceh setiap tahunnya.

Salah satunya seperti di Kabupaten Aceh Utara. Pada 2019 Pemerintah Aceh menyalurkan 7.000 ton pupuk subsidi, sedangkan kebutuhan setiap tahun Aceh Utara mencapai 19 ribu ton dengan luas lahan 40 hektare lebih.

“Iya, sejak saya masuk ke dinas pertanian ini pada tahun 2017 itu pupuk subsidi khususnya urea memang sudah mulai langka. Dari tahun ke tahun memang kita selalu langka,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh Utara Muhkhtar di Aceh Utara, Kamis, 19 Desember 2019.

Dia menyebutkan pada 2018 Aceh Utara menerima alokasi pupuk subsidi jenis urea sebanyak 10.453 ton, SP36 sebanyak 2.909 ton, ZA 997 ton, NPK 5.440 ton, serta organik sebanyak 1.130 ton.

Kemudian untuk 2019 pihaknya mendapat alokasi pupuk subsidi jenis urea 7.000 ton, SP36 sebanyak 2.250 ton, ZA 710 ton, NPK 4.000 ton, dan 650 ton untuk pupuk organik.

“Kelangkaan ini terjadi karena kuota pupuk yang diberikan kepada Aceh Utara sangat sedikit sebanyak 7.000 ton, sedangkan kebutuhan kita 19 ribu ton per tahun,” katanya.

Lebih lanjut, menurut dia kelangkaan itu terjadi lantaran kuota dari Pemerintah Pusat yang diberikan ke daerah tidak proporsional. Ia mencontohkan seperti pembagian pupuk subsidi di Aceh Utara sama jumlah kuotanya dengan daerah lain yang luas lahan persawahannya lebih sedikit ketimbang Aceh Utara.

“Pemberian kuota itu dari Pemerintah Pusat ke provinsi. Jadi provinsi harus membagi secara proposional sesuai dengan kebutuhan di lapangan, kalau kita mengusul itu sesuai dengan Rencanan Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan kelangkaan pupuk subsidi pada sejumlah daerah di Indonesia menjadi perhatian khusus. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan BUMN terkait dalam penyediaan pupuk.

“Kita sudah rapat kemarin, kita akan tindak lanjuti segera. Kita akan koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan BUMN yang mengelola pupuk,” katanya di Banda Aceh. (ANT)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
NewsTeknologi

Komdigi: Pengguna SIM Card Lama Tak Wajib Registrasi Face Recognition

POPULARITAS.COM – Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat...

NewsTeknologi

Bocoran Spek Dewa iPhone 18 Pro Max yang Siap Meluncur 2026

POPULARITAS.COM – Perbincangan mengenai kehadiran  Apple iPhone 18 Pro Max kini tengah memuncaki tren...

Teknologi

Jaga kesehatan mata, gunakan laptop layar OLED, ini 5 lima keunggulannya

POPULARITAS.COM – Saat ini, banyak orang yang mencari laptop dengan layar yang...

EdukasiTeknologi

Harga DDR5 Anjlok di China, Penimbun RAM Panik Usai Google Rilis TurboQuant

POPULARITAS.COM – Harga modul DDR5 di pasar ritel China mengalami penurunan tajam...

Exit mobile version