Home News Aceh kirim sample ke Jakarta antisipasi masuknya varian baru covid-19
News

Aceh kirim sample ke Jakarta antisipasi masuknya varian baru covid-19

Share
Respons Hanif terkait ambruknya teras RS Rujukan Regional Aceh Tengah
Kadis Kesehatan Aceh, Hanif. Foto: Ist
Share

POPULARITAS.COM –  Pemerintah Aceh telah mengirimkan sebanyak 20 sampel ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI. Pengiriman sampel tersebut bertujuan untuk pemantauan strain mutasi covid-19, yang selama ini disinyalir mulai muncul dengan tingkat penularan dan daya tahan yang lebih tinggi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif, usai mengikuti Rapat Bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah, di Meuligoe Gubernur Aceh.

“Di beberapa negara seperti India dan Inggris serta beberapa negara lain, telah ditemukan mutasi dari virus covid-19. Untuk mengantisipasi hal tersebut, beberapa waktu lalu (Senin, 10/5) kami telah sampaikan ke Pak Gubernur untuk mengirim sampel ke Balitbangkes Kemenkes di Jakarta.

baca juga : Vaksinasi COVID-19 Nakes Aceh Lampaui Nasional

Nah, hari ini Balitbangkes mengirim surat dan menginstruksikan kita untuk mengirimkan sampel spesimen swab nasofaring dan sebanyak 20 sampel sudah kita kirimkan,” ujar Hanif didampingi Direktur RSUDZA dr Isra Firmansyah.

Surat Balitbangkes Kemenkes menyebutkan ‘Dalam rangka pemantauan strain mutasi virus SARS CoV-2, maka perlu dilakukan Surveilans Genom Virus SARS CoV-2 secara intensif dan seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, mohon Saudara dapat mengirimkan spesimen swab nasofaring dan kasus konfirmasi COVID-19 dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait.

“Adapun sampel spesimen yang kita kirim itu berasal dari kasus dengan kriteria Penularan yang cepat di masyarakat/lokasi tertentu, mulai menginfeksi kelompok yang sebelumnya tidak rentan (anak-anak), Orang sudah divaksin tapi terinfeksi, Penyintas terinfeksi kembali, Kematian dengan komorbid penyakit menular lain (HIV, TB, dan lainnya),” sambung Hanif.

Hanif menambahkan, kriteria spesimen yang dikirimkan adalah Tube VTM berisi swab nasofaring, memiliki ct (cycle threshold) di bawah 25, Spesimen dikirimkan disertai formulir penyelidikan epidemiologi, Pengiriman spesimen dilakukan segera setelah hasil pemeriksaan RT PCR diperoleh.

“Jadi, spesimen yang kita kirimkan adalah spesimen yang baru kita ambil,” imbuh Hanif.

Editor : Hendro Saky

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

News

Satgas PRR Aceh Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana di Berbagai Sektor Strategis

POPULARITAS.COM –  Pemerintah menegaskan akan terus mengoptimalkan upaya percepatan pemulihan Aceh pascabencana...

News

3 Hal yang Disampaikan Sekjen PBB Saat Bertemu Prabowo

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...

Exit mobile version