Home Ekonomi Aceh Tenggara Kekurangan Alokasi Pupuk Urea Subsidi
EkonomiNews

Aceh Tenggara Kekurangan Alokasi Pupuk Urea Subsidi

Share
Ironi Pupuk Subsidi Langka di Tengah Pandemi
Ilustrasi. Buruh angkut memindahkan pupuk urea ke Gudang Pupuk Kujang Lini III, Awipari, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (16/11/2017). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara Asbi mengatakan daerahnya mengalami kekurangan pupuk urea subsidi di tengah Pemerintah Aceh sedang menggalakkan petani untuk menanam jagung.

“Kendala kita masalah pupuk urea, kalau memang pupuk urea tercukupi standar maka hasil panen kita lebih dari sembilan ton per hektare,” kata di Banda Aceh, Sabtu, 11 Januari 2020.

Dia menyebutkan pemerintah setempat memang memprioritaskan pengembangan komoditas jagung ketimbang padi. Tercatat Aceh Tenggara memiliki luas lahan jagung 19.879 hektare, sedangkan padi hanya 8.562 hektare.

Kata dia, dalam 13 bulan petani jagung Aceh Tenggara bisa menanam tiga kali, dengan hasil panen mulai delapan hingga sembilan ton per hektare dalam sekali masa panen, yang harga jual mulai Rp4.000 hingga Rp4.500 per kilogram.

“Pada tahun 2019 kita mendapat alokasi pupuk (subsidi) sebanyak 4.500 ton, dan tahun ini kita dapatkan 5.600 ton pupuk. Itu kita peruntukkan untuk jagung dan padi, itu jauh masih kurang kalau kita kalikan dengan luas lahan kita,” katanya.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh  Fakhrurrazi mengatakan Aceh Tenggara memang mengajukan pupuk subsidi 100 persen sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), namun pemerintah pusat hanya memenuhi 37,40 persen dari RDKK.

“Jadi makanya akan terjadi kekurangan. Iya (alokasi pupuk subsidi) hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh tidak sampai 100 persen (dari RDKK),” katanya.

Menurut dia, pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan RI mungkin tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mensubsidi pupuk secara penuh, sehingga alokasinya pun tidak sesuai dengan yang dibutuhkan daerah.

“Kalau banyak uangnya mungkin bisa gratis pupuk, atau kuotanya bisa dinaikkan (alokasinya) menjadi 80 persen (dari RDKK),” katanya. (ANT)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

News

Satgas PRR Aceh Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana di Berbagai Sektor Strategis

POPULARITAS.COM –  Pemerintah menegaskan akan terus mengoptimalkan upaya percepatan pemulihan Aceh pascabencana...

News

3 Hal yang Disampaikan Sekjen PBB Saat Bertemu Prabowo

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...

Exit mobile version