POPULARITAS.COM – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh menunjukkan percepatan yang signifikan. Dalam sepekan terakhir, jumlah huntara yang telah selesai dibangun melonjak tajam, seiring upaya pemerintah mempercepat pemindahan pengungsi dari tenda darurat ke hunian yang lebih layak.
Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Aceh, Safrizal ZA mengatakan bahwa jumlah Huntara yang telah selesai dibangun 100 persen kini mencapai 6.211 unit. Angka ini meningkat tajam dari posisi 6 Februari lalu yang berada di angka 4.401 unit.
“Alhamdulillah, sudah 6.211 unit Huntara yang rampung 100 persen,” kata Safrizal ZA, Minggu (15/2/2026).
Safrizal menjelaskan penambahan 1.810 unit dalam waktu singkat merupakan hasil kerja intensif tim di lapangan yang terus mengejar target percepatan pembangunan. Upaya ini dilakukan agar warga terdampak tidak terlalu lama tinggal di pengungsian terbuka.
“Kita terus mengejar target agar saudara-saudara kita tidak terlalu lama berada di pengungsian terbuka,” ujarnya.
Safrizal menambahkan, bertambahnya hunian yang siap ditempati berdampak pada penurunan jumlah pengungsi di barak-barak darurat. Hal ini sejalan dengan komitmen Satgaswil Aceh untuk mengedepankan aspek kemanusiaan serta kenyamanan warga terdampak.
“Dengan rampungnya 6.211 unit huntara, keluarga terdampak kini dapat menempati hunian yang lebih terlindungi dari cuaca ekstrem, sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berlanjut,” pungkasnya.
Adapun sebaran huntara yang telah selesai dibangun meliputi Kabupaten Aceh Utara sebanyak 1.424 unit, Kabupaten Aceh Tamiang 1.110 unit, dan Kabupaten Gayo Lues 838 unit.
Selanjutnya, Kabupaten Aceh Timur 723 unit, Kabupaten Bener Meriah 611 unit, serta Kabupaten Pidie Jaya 590 unit.
Di Kabupaten Aceh Tengah terdapat 450 unit, Kabupaten Nagan Raya 350 unit, Kota Lhokseumawe 67 unit, dan Kota Langsa 34 unit. Sementara itu, Kabupaten Pidie tercatat 12 unit dan Kabupaten Aceh Barat 2 unit.

Leave a comment