Home News Ada Warga Aceh, BP2MI Proses Pemulangan Pekerja dari Malaysia
News

Ada Warga Aceh, BP2MI Proses Pemulangan Pekerja dari Malaysia

Share
Ilustrasi, Dokumentasi - Pekerja migran Indonesia menunjukkan tanda pengenal deportasi ketika dilakukan pendataan kesehatan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (24/3/2020). Sebanyak 81 pekerja migran Indonesia di deportasi melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre pasca diberlakukannya "Lockdown' atau penutupan pintu perbatasan oleh Pemerintah Malaysia. (ANTARA)
Share

PONTIANAK (popularitas.com) – Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI) Kalimantan Barat, memproses pemulangan 73 orang pekerja migran Indonesia yang dideportasi dari Malaysia.

“Tentunya kepulangan mereka sudah melalui protokol kesehatan di Entikong dan sudah diperiksa oleh KKP, rapid test juga sudah dan hasilnya mereka semuanya negatif ,” kata Kepala UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI) Kalimantan Barat, Kombes Pol Erwin Rachmat, di Pontianak, Senin, 1 Juni 2020.

Dia menjelaskan, dari 73 orang itu, 33 orang merupakan warga Kalbar. Sementara itu, satu orang berasal dari Jawa Barat, lima orang berasal dari Jawa Tengah, kemudian 16 orang dari Jawa Timur. Selanjutnya, satu orang berasal dari Sumatera Utara, satu orang dari Sulawesi Tengah, kemudian tiga orang dari Nusa Tenggara Barat, empat orang dari Nusa Tenggara Timur.

“Kemudian dari Sulawesi Barat ada dua orang, Sulsel enam orang dan terakhir dari Aceh yaitu satu orang,” tuturnya.

Berdasarkan data, 73 PMI yang dideportasi oleh pemerintah Malaysia ini memiliki berbagai macam kasus. Diantaranya, 33 orang tidak memiliki paspor, kemudian 37 orang tidak memiliki permit, dan tiga orang merupakan anak-anak yang mengikuti kedua orang tua.

“Tiga orang anak yang ikut orang tua-nya ini, mereka itu patriasi bukan di deportasi dari pihak Malaysia. Patriasi ibu dan anaknya ini menghadap langsung dan melapor ke Konsulat Kuching lalu difasilitasi kepulangannya. Artinya 69 orang dideportasi lalu sisanya patriasi,” katanya.

Erwin menyatakan untuk pemulangan PMI yang berasal dari luar Kalbar masih menunggu jadwal keberangkatan kapal. Pihaknya pun saat ini masih terus berkomunikasi dengan UPT BP2MI Jawa Tengah guna mengatasi kepulangan PMI yang berasal dari daerah pulau Jawa.

Erwin mengatakan dirinya juga mendapat informasi bahwa kepulangan warga dari daerah Sulawesi Selatan menggunakan pesawat Hercules. “Ya masih nunggu kita informasi dari Lanud, kalau pesawat sudah di Pontianak, akan dikabari lagi,” kata Erwin. (ANT)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Fadhlullah  Minta Pemkab Tuntaskan Pembangunan Huntap pada 2027

POPULARITAS.COM – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, atau akrab disapa Dek Fadh meminta...

News

Jangan Salah, Ini Beda Fungsi Air Purifier dan Humidifier

POPULARITAS.COM – Menjaga kualitas udara di dalam rumah bukan hanya soal membersihkan...

HukumNews

Dirjen Imigrasi Ungkap Modus Penipuan perekrutan WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia

POPULARITAS.COM – Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengungkap modus penipuan yang merekrut...

News

Buku ‘Ilmu Kepolisian sebagai Bidang Studi’ karya Dedy Tabrani dibedah di Universitas Indonesia

POPULARITAS.COM – Para akademisi di Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, gelar kegiatan...

Exit mobile version