Home News Akibat Super El Nino, Samudra Pasifik Berubah Warna
News

Akibat Super El Nino, Samudra Pasifik Berubah Warna

Share
samudera Pasifik. Foto : HO/kompas.com | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Fenomena iklim global Super El Niño yang tengah melanda bumi kembali memunculkan temuan mengejutkan. Berdasarkan pemantauan citra satelit milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), wilayah Samudera Pasifik ekuator mengalami transformasi warna yang drastis dari rona hijau subur menjadi biru terang sepanjang tahun ini.

Perubahan warna yang mencolok ini terjadi akibat terganggunya arus laut dalam yang bertugas membawa pasokan air dingin kaya nutrisi ke permukaan. Nutrisi tersebut merupakan elemen krusial bagi kelangsungan hidup mikroorganisme fotosintesis bernama fitoplankton, yang selama ini menjadi biang keladi pemandangan hijau zamrud di wilayah perairan tersebut.

Akibat terhalangnya suplai makanan akibat terjangan air hangat, populasi fitoplankton mengalami kelaparan dan kematian massal.

“Rona hijau yang menandai kesuburan biologis laut pun lenyap, digantikan oleh hamparan air berwarna biru tua yang bersih namun miskin kehidupan ekologis,” tulis Dailymail, Selasa (20/10/2026).

Para ilmuwan meyakini bahwa bumi kini berada di fase awal siklus Super El Niño masif yang berpotensi memicu dampak iklim katastrofik sepanjang tahun mendatang.

Berdasarkan data Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), terdapat probabilitas sebesar 83 persen bahwa siklus kali ini akan menjadi yang terkuat sejak pencatatan data meteorologi dimulai pada tahun 1950.

Temuan ini berhasil diungkap secara mendetail berkat satelit generasi terbaru NASA, PACE (Plankton, Aerosol, Cloud, Ocean Ecosystem), yang diluncurkan pada tahun 2024 lalu. Menggunakan instrumen Ocean Colour canggih, satelit ini mampu mengamati samudera dalam warna hiper-spektral untuk memetakan perubahan biologis laut secara presisi real-time.

Dr. Matthew Kehrli, ilmuwan peneliti utama di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, mengungkapkan kekagumannya atas ketajaman data visual yang dihasilkan satelit.

Menurutnya, pemantauan langsung terhadap dampak perubahan suhu terhadap ekosistem laut memberikan pemahaman baru yang sangat berharga bagi dunia sains.

Di balik perubahan warna laut tersebut, para ilmuwan berhasil mendeteksi tanda-tanda awal kedatangan El Niño sejak Januari lalu melalui satelit pengukur tinggi muka air laut. Satelit mendeteksi adanya Kelvin Waves—pulsa gelombang raksasa bergerak lambat yang merambat ribuan mil dari wilayah Pasifik barat menuju timur, bertindak layaknya motor pengangkut panas bawah laut.

Peningkatan suhu ekstrem ini memicu pemuaian volume air laut yang berimbas pada lonjakan permukaan air hingga 1,3 kaki (40 cm) lebih tinggi dari batas normal di sepanjang pesisir Amerika Selatan dan California. Sebaliknya, wilayah perairan sekitar Indonesia dan Australia justru mengalami penurunan muka air laut hingga 8 inci (20 cm).

Hilangnya fitoplankton tidak hanya mengubah warna visual lautan, tetapi juga memicu efek domino yang mengancam seluruh rantai makanan laut. Berbagai spesies hewan laut terpaksa harus bermigrasi jauh meninggalkan habitat lama demi memburu zona makanan baru di tengah ancaman krisis iklim global ini.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Gantikan Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, Brigjen Latif Usman Jabat Wakapolda Aceh

POPULARITAS.COM – Brigjen Pol. Latif Usman resmi menjabat Wakapolda Aceh menggantikan Brigjen...

EdukasiNews

Riset Kolaboratif Uin Ar-Raniry Dorong Penguatan Ekosistem Wisata Halal Dan Pengembangan Pariwisata Aceh

POPULARITAS.COM – Tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan...

InternasionalNews

Bukan Cuma Prancis, 8 Negara Eropa Ini Ikut Dilanda Demo

POPULARITAS.COM – Gelombang demo Prancis pada Sabtu (17/10/2026) hingga Minggu (18/10/2026) berlangsung...

News

15 Gampong di Aceh Terima Penghargaan Desa Antikorupsi dari KPK

POPULARITAS.COM  — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), bersama Wakil Ketua Komisi...

Exit mobile version