Home News Aktivitas Tempat Penumpukan Batu Bara Milik PT Prima Bara  Nagan Raya Dihentikan
News

Aktivitas Tempat Penumpukan Batu Bara Milik PT Prima Bara  Nagan Raya Dihentikan

Share
Negara-negara maju sepakat tutup PLTU batu bara pada 2030
FOTO : Ilustrasi.
Share

POPULARITAS.COM – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Nagan Raya menghentikan pembersihan lahan dan penumpukan tanah galian C di tempat penumpukan (stockpile) batu bara milik PT Prima Bara Mahadana di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir.

“Penghentian aktivitas tersebut dilakukan karena sampai saat ini kegiatan di lokasi pembangunan ‘stockpile’ batu bara belum memiliki izin resmi dari pemerintah, ini ilegal,” kata Kepala Bidang Pengawasan DLHK Nagan Raya Samsul Kamal seperti dilansir laman Antara, Kamis (23/9/2021).

“Stockpile” batu bara adalah tempat penumpukan atau bahan yang ditumpuk untuk diambil, diolah, dipasarkan, atau dimanfaatkan kemudian.  “Stockpile” sebagai penyangga antara pengiriman dan proses, sebagai persediaan strategis terhadap gangguan yang bersifat jangka pendek atau jangka panjang.

Ia mengatakan penghentian aktivitas itu setelah pihak pengelola tidak bisa memperlihatkan dokumen resmi terkait dengan pembangunan tersebut.

Ia menyebutkan luas lahan yang akan dilakukan pembangunan tempat penumpukan batu bara tersebut 20 hektare.

Namun, dalam pelaksanaannya, pemilik lahan atau pengelola kegiatan belum mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah sehingga pemerintah menghentikan kegiatan yang diduga ilegal itu.

Samsul Kamal menyebutkan lahan yang akan dibangun tempat penumpukan batu bara tersebut diduga milik PT Prima Bara Mahadana dengan kantor operasional berlokasi di Meulaboh, Ibu Kota Kabupaten Aceh Barat.

“Sebelum adanya izin resmi dari pemerintah daerah, kami tegaskan aktivitas ini ilegal. Tidak boleh ada kegiatan apa pun sebelum mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah,” kata dia.

Pemerintah daerah juga menyatakan penghentian kegiatan tersebut bukan bagian untuk mempersulit investasi di daerah.

Namun, katanya, tindakan ini dilakukan agar setiap pelaku usaha di Nagan Raya memenuhi kewajiban terkait dengan pemilikan izin dari pemerintah, sebagai upaya untuk melindungi pemilik modal yang berinvestasi di daerah.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...

Exit mobile version