POPULARITAS.COM – Sejumlah alat berat yang merupakan barang milik negara di Pidie Jaya, diduga hilang. Raibnya aset tersebut, sebab dikuasai oleh oknum dan pihak tertentu serta belum dikembalikan ke daerah.
Kepala UPTD pada Dinas PU Pidie Jaya, Samsuri kepada popularitas.com mengaku, saat pihaknya menerima aset tersebut dari Badan Pengelola Keuangan Kabupaten Pidie Jaya, jumlahnya hanya 20 unit saja.
“Soal itu saya tidak tahu. Sebab, yang kami terima saat pelimpahan wewenang pengelolaan pada 24 Juli 2025 hanya 20 unit saja,” katanya.
Sementara itu, data yang diperoleh popularitas.com, saat pengelolaan alat berat berada di BPKK yang dikepalai oleh Bustamian, jumlah total aset tercatat 31 unit.
Namun, UPTD pada Dinas PU mengaku hanya menerima 20 unit saja. “Jadi waktu serah terima hanya 20 unit saja,” terang Samsuri lagi, Rabu (1/7/2026).
Dari jumlah yang diserahkan itu, mayoritas dalan kondisi rusak berat maupun sedang. Hanya tujuh unit yang kondisi baik dan bisa disewakan untuk dijadikan sebagai pemasukan keuangan daerah.
Sedangkan sisa alat berat yang belum diserahkan tersebut masih di bawah tanggung jawab Bidang Aset pada BPKK Pidie Jaya.
Informasi peroleh popularitas.com, kekayaan Pidie Jaya yang belum kembali ke daerah itu dilaporkan merupakan alat berat yang selama ini dikuasi oknum.
Bahkan alat berat yang selama ini dikuasai oknum itu dikabarkan sudah alami kerusakan yang cukup berat.
Lanjut Samsuri, sejak pengelolaan alat berat tersebut beralih ke UPTD PU, pihaknya telah mengubah skema pembayaran retribusi. Di mana pihak penyewa terlebih dahulu harus mentransfer biaya sewa ke rekening PAD, baru selanjutnya pihaknya membuat kontrak sewa alat tersebut.
“Kalau sebelumnya (saat masih dikelolaa Bidang Aset) dipegang sendiri,” jelasnya.
Di ketahui, Bidang Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Pidie Jaya, sejak penghujung 2018 mulai mengambil alih pengelolaan tiga puluhan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat.
Usai pengambilalihan, Bidang Aset yang dikepalai Bustamian itu mengendalikan kekayaan daerah yang menjadi sumber keuangan Pidie Jaya sektor PAD itu hingga akhir 2024.
Data dihimpun popularitas.com, pada tahun pengelolaan pertama, yaitu 2019, Bidang Aset mampu menyetor pemasukaan PAD dari hasil penyewaan penggunaan alat berat itu capai Rp 1 miliar lebih dari target Rp 2 miliar.
Namun seiring berjalan tahun, nilai setoran retribusi ke kas Daerah justru alami “kebocoran” tajam. Seperti halnya tahun 2020, setoran PAD hanya hanya Rp 319 juta. Kemudian tahun 2021 hanya sekira 236 juta.
Puncaknya “kebocoran” di tahun 2022 nilai realisasi hanya Rp 180 juta, kemudian tahun 2023 senilai Rp 183 juta, terakhir tahun 2024 hanya Rp 53 juta dari beban Rp 2 miliar.
Pada tahun 2025, Bidang Aset Kemudian mengembalikan pengelolaan kekayaan daerah tersebut ke Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) alat berat di bawah Dinas Pekerjaan Umum setempat.
Anehnya, jumlah alat berat yang diserahkan Bidang Aset ke UPTD PU Pidie Jaya berjumlah 20 unit dari 31 unit.

Leave a comment