POPULARITAS.COM – Menyimpan nasi sisa di kulkas menjadi kebiasaan bagi sebagian rumah tangga. Selain praktis, cara ini dianggap dapat membuat nasi lebih awet dan tidak cepat basi.
Namun, apakah menyimpan nasi matang di kulkas benar-benar aman bagi kesehatan? Pertanyaan lain yang kerap muncul adalah apakah nasi yang sudah didinginkan lebih sehat, bisa membantu menjaga gula darah, atau justru kehilangan kandungan gizi setelah dipanaskan kembali.
Untuk meluruskan anggapan tersebut, dokter dan ahli gizi masyarakat, dr. Tan Shot Yen, Jumat (2/10/2026), menjelaskan cara menyimpan nasi yang aman, berapa lama nasi boleh disimpan di kulkas, hingga fakta mengenai resistant starch atau pati resisten.
Amankah menyimpan nasi matang di kulkas?
Menyimpan nasi matang di kulkas pada dasarnya aman, selama cara penyimpanannya tepat. Menurut dr. Tan, ada dua hal utama yang perlu diperhatikan. Pertama, jangan membiarkan nasi matang berada di suhu ruang terlalu lama.
“Jangan biarkan nasi matang berada di suhu ruang lebih dari 2 jam. Nasi yang terlalu lama di suhu ruang berisiko ditumbuhi bakteri Bacillus cereus, bakteri yang bisa memicu keracunan makanan dengan gejala muntah dan diare,” jelasnya.
Kedua, nasi sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara. Cara ini bertujuan mencegah nasi menjadi kering, mengurangi risiko kontaminasi silang, termasuk menyerap bau makanan lain di dalam kulkas, serta menjaga kebersihannya.
Berapa lama boleh disimpan?
Nasi matang idealnya hanya disimpan selama satu hingga dua hari di dalam kulkas. Dr. Tan mengingatkan, suhu penyimpanan juga harus diperhatikan.
Suhu kulkas sebaiknya konstan di bawah 4 derajat Celsius. Jika kulkas sering dibuka-tutup atau suhunya tidak stabil, masa simpan nasi menjadi lebih pendek.
Menurut dr. Tan, jumlah kalori dan karbohidrat dasar pada nasi panas dan nasi dingin tidak berbeda.
“Tidak berbeda. Nasi panas dan nasi dingin memiliki jumlah kalori dan karbohidrat dasar yang sama,” jelasnya.
Perubahan yang lebih terasa justru pada tekstur nasi yang menjadi lebih pera serta meningkatnya kadar pati resisten. Pati resisten inilah yang membuat indeks glikemik nasi dingin lebih rendah dibandingkan nasi panas yang baru matang dan bertekstur pulen.

Benarkah nasi dingin lebih baik untuk gula darah?
Kandungan pati resisten pada nasi yang telah didinginkan memang kerap dikaitkan dengan manfaat terhadap gula darah. Pati resisten merupakan jenis pati yang lebih sulit dicerna tubuh.
Karena itu, nasi yang telah didinginkan dapat membantu memperlambat kenaikan gula darah dibandingkan nasi panas. Namun, menurut dr. Tan, efek tersebut tidak bisa dilihat hanya dari kondisi nasinya.
“Tidak terlalu efektif, sebab tergantung juga lauknya apa. Jika dimakan dengan semur berkecap tentu kadar gula darah masih melejit,” tegas dr. Tan.
Artinya, mengonsumsi nasi dingin tidak serta-merta membuat suatu makanan menjadi lebih sehat atau menjamin gula darah tetap terkendali. Jenis lauk, kandungan gula dan lemak, serta porsi makan secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan.
Cara memanaskan nasi yang benar
Selain cara menyimpan, proses memanaskan kembali nasi juga perlu diperhatikan. Nasi yang baru dikeluarkan dari kulkas sebaiknya tidak hanya dihangatkan sebentar. Dr. Tan merekomendasikan nasi dipanaskan dengan cara dikukus.
“Kukus dengan api menyala 10 sampai 15 menit dengan panas merata,” ujarnya.
Pemanasan dengan panas yang merata membantu membunuh bakteri yang mungkin berkembang selama penyimpanan.
Selain itu, cara tersebut juga dapat membuat tekstur nasi kembali lebih pulen dan nyaman dikonsumsi. Dengan begitu, menyimpan nasi matang di kulkas dapat dilakukan, tetapi tetap perlu memperhatikan waktu nasi berada di suhu ruang, wadah penyimpanan, suhu kulkas, lama penyimpanan, serta cara memanaskannya kembali.
Leave a comment