Home News Amerika Serikat bantu paket militer untuk Taiwan senilai 886 milyar US dolar
News

Amerika Serikat bantu paket militer untuk Taiwan senilai 886 milyar US dolar

Share
Presiden Amerika Serikat, Joe BIden, saat pelantikan. (REUTERS/JONATHAN ERNST)
Share

POPULARITAS.COM – Amerika Serikat resmi bantu militer Taiwan berupa paket sistem pertahanan senilai 886 miliar US dolar atau setara Rp13,7 kuadriliun. Presiden Joe Biden, Jumat (22/12/2023) telah menandatangani Undang-undang terkait kebijakan tersebut.

Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional untuk tahun fiskal hingga September 2024 mencakup $14,7 miliar (Rp 227,5 triliun) untuk Inisiatif Pencegahan Pasifik, yang merupakan bagian dari upaya AS untuk meningkatkan kemampuan militer melalui latihan dengan sekutu dan negara mitra di kawasan.

Meskipun menyebutkan perlunya program pelatihan komprehensif dan peningkatan kapasitas bagi militer Taiwan, undang-undang tersebut mensyaratkan kerja sama AS dalam upaya Taiwan untuk memperkuat aktivitas keamanan siber militer.

Kebijakan itu juga memberikan lampu hijau bagi rencana penjualan kapal selam bertenaga nuklir ke Australia di bawah kemitraan trilateral yang disebut AUKUS yang juga melibatkan Inggris.

Dalam sebuah pernyataan, Biden mengatakan bahwa tindakan tersebut “memberikan otoritas penting yang kita perlukan untuk membangun militer yang dibutuhkan dalam mencegah konflik di masa depan, sambil mendukung anggota militer dan pasangan serta keluarga mereka yang menjalankan misi tersebut setiap hari.”

RUU tersebut masing-masing disetujui oleh Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat, pekan lalu.

Sementara itu, untuk terus membantu Ukraina memukul mundur Rusia yang berperang sejak Februari 2022, UU tersebut memungkinkan AS memperpanjang programnya saat ini untuk pembelian senjata dan peralatan dari industri pertahanan hingga akhir 2026.

Selain itu, UU tersebut menyetujui kenaikan gaji sebesar 5,2 persen untuk anggota militer dan pekerja sipil.

Sebelumnya pada awal tahun 2023, AS dan China melaporkan insiden jarak dekat antara pesawat militer dan kapal mereka di Laut Cina Selatan.

China dan Taiwan telah menjalani pemerintahan secara terpisah sejak terjadi perpecahan pada 1949 setelah perang saudara, namun Beijing menganggap pulau itu sebagai provinsi pemberontak yang harus disatukan dengan daratan, jika perlu dengan kekerasan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

NewsSosial dan Budaya

13 Nama Jalan di Aceh Barat Daya Segera Berganti

  POPULARITAS.COM –  Sebanyak 13 nama ruas jalan di Aceh Barat Daya...

InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

Exit mobile version