Home Internasional Amerika Serikat yakin 6 minggu bisa kuasai Iran
Internasional

Amerika Serikat yakin 6 minggu bisa kuasai Iran

Share
Trump : Selat Hormuz akan masuk wilayah teritorial Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. FOTO : HO/Xinhua/Yin Bogu | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Pemerintah Amerika Serikat mengeklaim hampir menguasai wilayah udara Iran dalam operasi militer yang sedang berlangsung. Gedung Putih menyebut target utama operasi tersebut diperkirakan dapat tercapai dalam waktu 4-6 pekan ke depan.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan Amerika Serikat berada di jalur yang tepat untuk mengendalikan ruang udara Iran. Langkah tersebut, sebagai bagian dari operasi militer yang dijalankan Washington.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (6/3/2026), Leavitt menyatakan perkembangan di lapangan menunjukkan kemajuan signifikan. “Amerika Serikat berada di jalur yang jelas menuju pengendalian wilayah udara Iran,” ujar Leavitt, seperti dilansir Reuters.

Menurutnya, pemerintah Amerika memperkirakan tujuan militer yang telah ditetapkan Washington dapat dicapai dalam rentang waktu 4-6 pekan.

Selain perkembangan operasi militer, Gedung Putih juga mengungkapkan pemerintah Amerika tengah memantau sejumlah tokoh yang berpotensi menjadi pemimpin Iran pada masa depan. Leavitt mengatakan lembaga intelijen Amerika dan pemerintah federal sedang menilai berbagai kemungkinan terkait kepemimpinan baru di Iran.

“Saya tahu ada sejumlah nama yang sedang dipertimbangkan oleh badan intelijen dan pemerintah Amerika Serikat, tetapi saya tidak bisa memberikan rincian lebih jauh,” kata Leavitt.

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pandangannya mengenai masa depan kepemimpinan Iran dalam sebuah wawancara. Trump menilai Washington perlu terlibat dalam menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin berikutnya di negara tersebut.

Dalam wawancara yang berlangsung pada Kamis (6/3/2026) itu, Trump juga menyebut pemimpin Iran berikutnya kemungkinan besar bukan putra mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebelumnya, putra Khamenei disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat yang dapat menggantikan posisi ayahnya setelah sang pemimpin tewas dalam serangan militer pada awal perang. Namun, Trump menilai kemungkinan tersebut kecil terjadi.

Pernyataan tersebut memperlihatkan Washington tidak hanya fokus pada operasi militer, tetapi juga mulai memperhitungkan dinamika politik di Iran setelah konflik berlangsung.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Internasional

Nilai ekspor buah tropis dari Indonesia ke Tiongkok capai RP5,94 triliun

POPULARITAS.COM – Data sertifikasi Barantin periode 2025 hingga 2026 yang masih berjalan...

Internasional

Ukraina tolak serahkan 25 persen wilayah ke Rusia, Zelensky : Kita siap hentikan operasi tempur

POPULARITAS.COM – Ukraina secara tegas menolak konsensi wilayah dengan Rusia sebagai prasyarat...

InternasionalNews

Profil Gadi Eisenkot, Eks Panglima IDF Berambisi Lengserkan Netanyahu

POPULARITAS.COM –  Mantan Kepala Staf Umum Angkatan Pertahanan Israel (IDF) Gadi Eisenkot,...

InternasionalNews

Ribuan Warga Israel Demo Menentang Netanyahu 3 Hari Jelang Pemilu

POPULARITAS.COM – Ribuan warga Israel berunjuk rasa besar-besaran mentang pemerintah di Tel...

Exit mobile version