POPULARITAS.COM – Ketua Harian DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gus Harahap, mengatakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel dan Amerika sangat berdampak terhadap pasar minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) global.
Harahap menjelaskan eskalasi perang di kawasan Timur Tengah secara langsung mengganggu kelancaran lalu lintas ekspor CPO. Kondisi ini secara otomatis mengganggu keseimbangan supply dan demand di pasar global.
“Dengan terganggunya lalu lintas perjalanan ekspor CPO akibat perang, maka pasokan CPO Indonesia ke negara pembeli akan terhambat. Hal ini tentu akan memengaruhi hukum ekonomi, di mana keterbatasan suplai akan mendorong kenaikan harga CPO,” kata Harahap, Jumat (6/3/2026).
Selain faktor geopolitik, Harahap menyebutkan tren kenaikan harga ini berjalan linier dengan kondisi di tingkat hulu atau perkebunan. Saat ini, kata dia, perkebunan sawit di Indonesia mulai memasuki masa musim trek.
“Musim trek ini adalah siklus di mana produksi Tandan Buah Segar (TBS) mengalami penurunan alami,” ujarnya.
Menurut Harahap, kenaikan harga TBS tentu membuat petani senang karena nilai jualnya tinggi. Namun di sisi lain produksi TBS saat ini tidak sedang naik karena faktor musim trek tersebut.
Meskipun potensi kenaikan harga menjadi angin segar bagi pendapatan petani per kilogramnya, kata dia, tapi tantangan volume produksi tetap menjadi catatan penting.
“Penurunan produktivitas di kebun membuat petani tidak dapat memaksimalkan keuntungan secara volume, meski harga jual di pasar internasional sedang meroket,” pungkasnya.

Leave a comment