Home Headline Arab Saudi Tolak Politisasi Ibadah Haji
HeadlineNews

Arab Saudi Tolak Politisasi Ibadah Haji

Share
Share

MAKKAH (popularitas.com) – Gubernur Makkah Pangeran Khalid al-Faisal menegaskan Arab Saudi menolak semua bentuk politisasi haji. Pangeran Khalid mengatakan satu-satunya keprihatinan yang dia miliki selama haji adalah eksploitasi untuk tujuan menyimpang.

“Kami tidak akan membiarkan mengubah ritual suci yang agung ini menjadi alat politik,” kata dia sebagamana dilansir aawsat.com, Selasa (30/7).

Terkait dengan geopolitik dengan Qatar, Pangeran Khalid mengatakan Arab Saudi telah mengumumkan pada beberapa kesempatan bahwa pihaknya siap menerima jamaah haji dari seluruh dunia, termasuk Qatar.

Kerajaan tahun ini mendesak otoritas Qatar untuk meringankan pembatasan ini dan telah mendedikasikan perangkat online khusus untuk jamaah haji dari Qatar, kendati kebijakan akan dikembalikan ke Otoritas Qatar.

Sementara terkait Iran, kata dia, batas jumlah jamaah haji yang diterima o Arab Saudi setiap tahun tidak ditentukan Saudi, tetapi semua negara Muslim pada konferensi khusus. “Semua jamaah haji disambut hangat di Saudi sebagaimana ditentukan nilai-nilai Islam kita,” kata Pangeran Khalid.

Lebih lanjut, dia mengatakan lebih dari dua juta jamaah diharapkan untuk melakukan haji tahun ini. Pihaknya memenuhi kebutuhan mereka sebagai pelayan dua masjid suci. Setiap kebangsaan yang datang ke sini untuk melaksanakan ibadah haji disambut baik.

“Kami memperhitungkan semuanya, tetapi juga memastikan keselamatan jamaah dan menawarkan mereka semua kemungkinan untuk memastikan perjalanan suci mereka berlangsung dengan lancar,” kata Pangeran Khalid.

Dia mengatakan, Otoritas Pengembangan Wilayah Makkah telah bekerja dengan beberapa pihak dalam pelaksanaan beberapa proyek di tempat-tempat suci. Di antaranya adalah persiapan di Mina, perluasan jalan dan jalan setapak, pemasangan 2.500 toilet baru dan pembangunan daerah untuk menampung 40 ribu jamaah.

Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah telah berupaya untuk menyediakan layanan elektronik kepada jamaah, terutama sebuah perangkat untuk mengeluarkan visa elektronik kepada para pengunjung. Mereka juga akan dapat mengajukan keluhan melalui perangkat daring.

Aplikasi untuk orang hilang juga telah dikembangkan. Sistem elektronik telah dibentuk untuk memudahkan kedatangan dan keberangkatan jamaah ke dan dari Saudi.

Lebih dari 300 ribu personel militer dan sipil, serta 4.000 sukarelawan, memastikan bahwa layanan terbaik diberikan kepada jamaah haji selama mereka tinggal di Saudi.*

Sumber: Republika.co.id

Share
Tulisan Terkait
EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

News

Satgas PRR Aceh Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana di Berbagai Sektor Strategis

POPULARITAS.COM –  Pemerintah menegaskan akan terus mengoptimalkan upaya percepatan pemulihan Aceh pascabencana...

News

3 Hal yang Disampaikan Sekjen PBB Saat Bertemu Prabowo

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...

Exit mobile version