Home News Banjir di Jerman tewaskan 33 orang dan puluhan jiwa hilang
News

Banjir di Jerman tewaskan 33 orang dan puluhan jiwa hilang

Share
Banjir di Jerman tewaskan 33 orang dan puluhan jiwa hilang
Selang pemadam kebakaran tergeletak di jalan saat pembersihan usai banjir akibat hujan lebat dan salju yang meleleh melanda kota Buedingen dekat Frankfurt, Jerman, Sabtu (30/1/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Ralph Orlowski/AWW/djo
Share

POPULARITAS.COM – Sedikitnya 33 orang tewas di Jerman dan puluhan lainnya hilang pada Kamis ketika curah hujan yang mencapai rekor di Eropa barat menyebabkan sungai meluap, menghanyutkan rumah dan membanjiri gudang-gudang bawah tanah.

Di pusat perkebunan anggur Ahrweiler di Negara Bagian Rhineland-Palatine, 18 orang meninggal dan puluhan orang hilang, kata kepolisian, setelah air Sungai Ahr yang mengalir ke Rhine naik dan meruntuhkan setengah lusin rumah.

Sementara itu, delapan orang meninggal di wilayah Euskirchen di selatan Kota Bonn, kata pihak berwenang.

baca juga : Jerman Kerahkan 15 Ribu Tentara Perangi Covid-19

Di Belgia, dua pria tewas akibat hujan deras dan seorang remaja putri berusia 15 tahun hilang setelah hanyut di sungai yang meluap.

Ratusan tentara diturunkan untuk membantu polisi dalam upaya penyelamatan. Mereka menggunakan tank-tank untuk membersihkan jalan dari tanah longsor dan pohon tumbang. Sejumlah helikopter dikerahkan untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak di atap rumah mereka.

Banjir kali ini telah menyebabkan kematian massal terburuk di Jerman dalam beberapa tahun belakangan ini.

Pada 2002, bencana alam tersebut menewaskan 21 orang di Jerman timur dan lebih dari 100 orang di seluruh wilayah Eropa bagian tengah.

Di Belgia, sekitar 10 rumah runtuh di Pepinster setelah air Sungai Vesdre membanjiri kota yang berada di kawasan timur itu. Penduduk di sana dievakuasi dari sedikitnya 1.000 rumah.

Hujan juga menyebabkan transportasi umum terganggu parah. Layanan kereta api berkecepatan tinggi, Thalys, ke Jerman dibatalkan. Lalu lintas di Sungai Meuse juga dihentikan karena jalur air utama Belgia dikhawatirkan akan merusak tepian sungai.

Di bagian hilir, di Belanda, banjir dari sungai merusak banyak rumah di Limburg. Di provinsi sebelah selatan tersebut para penghuni panti wreda jompo dievakuasi.

Selain delapan orang yang tewas di wilayah Euskirchen, tujuh orang lainnya –termasuk dua petugas pemadam kebakaran– kehilangan nyawa di berbagai lokasi lain di Rhine-Westphalia Utara, beberapa di antaranya di ruang bawah tanah yang terendam banjir.

Di Kota Schuld, rumah-rumah berubah menjadi tumpukan puing dan balok-balok yang pecah. Jalan-jalan terblokir oleh puing-puing dan pohon-pohon bertumbangan saat air banjir surut pada Kamis pagi. (ANT)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...

Exit mobile version