Home News Bank Aceh: Qanun LKS Aceh untuk bangkitkan ekonomi sesuai Islam
News

Bank Aceh: Qanun LKS Aceh untuk bangkitkan ekonomi sesuai Islam

Share
13 kandidat bersaing jadi Dirut Bank Aceh
Ilustrasi, pegawai Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Meulaboh menunjukan uang pecahan kecil di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu (28/4/2021). (Antara/Syifa Yulinnas)
Share

POPULARITAS.COM – Direktur Bank Aceh Haizir Sulaiman menyatakan bahwa penerapan qanun Aceh (peraturan daerah) Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) untuk membangkitkan ekonomi sesuai ketentuan Islam.

“Tujuan qanun LKS agar ekonomi bangkit sesuai aturan islam, itu lebih berkah, berkeadilan dan sesuai karakter masyarakat Aceh,” kata Haizir Sulaiman, di Banda Aceh, Selasa (19/4/2022).

Namun, untuk mewujudkan ekonomi syariah tersebut perlu keterlibatan bersama, bukan hanya tugas bank saja, sehingga apa yang dicita-citakan dari qanun LKS tercapai.

Haizir menyebutkan, pemberlakuan qanun LKS tersebut tidak mempengaruhi dana pihak ketiga pada Bank Aceh Syariah, pasalnya saat ini dana pihak ketiga di sana sudah mencapai 60 persen lebih.

“Karena itu kita harus mengisi semua ini agar qanun LKS ini tercapai adanya,” ujar Haizir.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh Achris Sarwani mengatakan masyarakat Aceh sangat bersemangat menerapkan qanun LKS tersebut guna mewujudkan ekonomi syariah.

Ternyata semangat menerapkan LKS atau ekonomi syariah ini semakin tinggi. Seperti melawan rentenir dan lain sebagainya,” kata Achris.

Ia menjelaskan, penerapan ekonomi syariah di Aceh itu bisa dengan memanfaatkan dua lembaga perbankan yakni Bank Aceh Syariah (BAS) dan Bank Syariah Mandiri (BSI).

“Apalagi perkembangan terakhir Bank Aceh dan BSI layanannya sudah mulai bisa memenuhi harapan masyarakat Aceh,” ujarnya.

Bank Aceh dan BSI, lanjut Achris, menjadi dua bank utama yang mendapatkan perhatian Bank Indonesia karena sudah ada ketergantungan pada bank tersebut.

Sejauh ini, jika melihat trendnya pasca penerapan qanun LKS, Aceh tidak bermasalah dengan sistem syariah, karena memang bisnisnya tetap jalan dan normal-normal saja.

“Aceh sangat tergantung dua bank ini, atau sistemik banknya di Aceh. Maka kita harus konsen pada Bank Aceh dan BSI ini,” demikian Achris Sarwani. (ANT)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...

Exit mobile version