Home News BBPOM Aceh tarik empat produk obat sirop terkait gangguan ginjal akut
News

BBPOM Aceh tarik empat produk obat sirop terkait gangguan ginjal akut

Share
BBPOM Aceh tarik empat produk obat sirop terkait gangguan ginjal akut
Petugas gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Barat serta personel Polres Aceh Barat melakukan inspeksi mendadak apotek di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (22/10/2022). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww)
Share

POPULARITAS.COM – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh mulai menarik empat produk obat sirop dari pasar di seluruh provinsi itu, terkait dengan gangguan ginjal akut progresif atipikal yang tengah merebak di Indonesia.

“Kami memastikan melakukan recall product (penarikan produk), mengawasi bersama-sama bahwa proses recall di outlet berjalan dengan lancar,” kata Kepala BBPOM Banda Aceh,Yudi Noviandi, dikutip dari laman Antara, Selasa (25/10/2022).

Ia menjelaskan ada lima produk obat sirop yang direkomendasi oleh BPOM RI untuk dilakukan penarikan dari peredaran di pasar, karena mengandung cemaran etilen glikol (EG) melampaui ambang batas aman, yakni Termorex Sirop 60 ml, Unibebi Cough Sirop 60 ml, Unibebi Demam Sirop 60 ml, dan Unibebi Demam Drops 15 ml serta Flurin DMP Sirop 60 ml.

Untuk Aceh, lanjut dia, petugas hanya melakukan penarikan terhadap empat produk, sedangkan satu produk yakni Flurin DMP Sirop tidak dijual di wilayah Aceh.

“Di Aceh, dari lima produk hanya empat yang di-recall, yang satu tidak di jual di Aceh,” katanya.

Saat ini, Yudi menambahkan, petugas BBPOM di Banda Aceh sedang proses turun ke 23 kabupaten/kota di “Tanah Rencong” –sebutan untuk Aceh– itu untuk proses penarikan produk obat sirop.

“Yang sudah (ditarik, red.) di Banda Aceh, Aceh besar, Aceh Tengah, kemudian besok Aceh Utara, Bireuen, sampai nanti ke semua kabupaten/kota,” katanya.

Ia menilai sejauh ini kepatuhan masyarakat Aceh juga cukup tinggi dalam mengikuti arahan pemerintah terkait dengan penanganan gangguan ginjal akut melalui penarikan produk obat sirop.

“Penjual obat juga sudah packing obat yang ditarik, tinggal diambil sama petugas. Jadi memang mengikuti arahan dari surat edaran Kemenkes untuk recall product,” katanya.

BBPOM Banda Aceh juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti surat edaran dari Kemenkes RI agar sementara waktu tidak mengonsumsi obat sirop.

“Kemudian apabila sakit, untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, dokter untuk mendapatkan pilihan jenis obat lainnya,” katanya.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh mencatat 29 anak di provinsi paling barat Indonesia itu menderita gangguan ginjal akut, bahkan 22 penderita di antaranya meninggal dunia.

Kasus gangguan ginjal akut mulai terdeteksi di wilayah itu sejak Juli 2022, kemudian peningkatan kasus terus terjadi hingga sekarang.

Umumnya, penyakit gangguan ginjal akut terjadi pada anak usia 0-18 tahun. Di Aceh, penderita paling banyak berusia antara 1-2 tahun. Kasus paling tinggi berasal dari Banda Aceh dan Aceh Tengah.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

Exit mobile version