Home News Berikut prakiraan cuaca di Tanah Air hari ini
News

Berikut prakiraan cuaca di Tanah Air hari ini

Share
BMKG prakirakan hujan guyur Banda Aceh
Deretan gedung bertingkat terlihat saat hujan di Jakarta, Rabu (1/2/2023). BMKG memprakirakan cuaca Jakarta berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dengan durasi singkat pada 1 Februari 2023. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.
Share

POPULARITAS.COM – Cuaca kebanyakan kota besar di Indonesia pada Jumat (28/7/2023) cerah atau cerah berawan menurut prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dikutip Antara dari laman BMKG, Kota Banda Aceh, Surabaya, dan Pekanbaru diprakirakan bercuaca cerah pada siang maupun malam hari.

Cuaca Kota Semarang, Pontianak, Tarakan, dan Medan menurut prakiraan cerah pada siang hari dan cerah berawan pada malam hari, sedangkan Kota Gorontalo dan Samarinda siangnya cerah berawan dan malamnya cerah.

Kota Bandung, Mamuju, Denpasar, Banjarmasin, Manado, Padang, Yogyakarta, Bandung, Pangkal Pinang, dan Ternate pada siang hingga malam hari diprakirakan cerah berawan.

Menurut prakiraan BMKG, Kota Tanjung Pinang berawan pada siang dan malam hari, sedangkan Kota Mataram, Kupang, Palembang, dan Jakarta Pusat berawan pada siang hari dan malamnya cerah berawan.

Cuaca Kota Palangka Raya, Makassar, Bengkulu, dan Jambi menurut prakiraan BMKG cerah berawan pada siang hari dan malamnya berawan.

Hujan ringan hanya berpeluang turun di beberapa kota besar pada Jumat.

Kota Serang dan Manokwari diprakirakan mengalami hujan ringan pada siang hari dan berawan malam harinya, Kota Bandar Lampung berpeluang menghadapi hujan ringan pada siang dan malam hari, serta Kota Ambon hujan ringan pada siang hari dan malamnya berawan tebal.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif membuat musim kemarau tahun ini lebih kering dengan tingkat curah hujan rendah sampai sangat rendah.

Dia mengemukakan perlunya mitigasi untuk menghadapi kemarau yang lebih kering, yang dapat mengganggu pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari warga maupun untuk kegiatan usaha pertanian.

“Pemerintah daerah perlu melakukan aksi mitigasi dan aksi kesiapsiagaan segera. Lahan pertanian berisiko mengalami puso alias gagal panen akibat kekurangan pasokan air saat fase pertumbuhan tanaman,” katanya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...

Exit mobile version