POPULARITAS.COM – Bill Gates memperingatkan perusahaan teknologi dan para pemimpin dunia agar mereka segera bertindak. Ia mengimbau bos-bos teknologi agar kecerdasan buatan (AI) yang dibangun bisa benar-benar membantu mengatasi ketimpangan sosial, bukan malah memperdalamnya.
Peringatan itu disampaikan pendiri Microsoft ini dalam laporan tahunan Goalkeepers milik Gates Foundation. Setiap tahunnya, yayasan milik Gates itu memantau perkembangan target pembangunan yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meningkatkan kualitas hidup manusia hingga 2030.
Bersamaan dengan laporan itu, Gates Foundation mengumumkan akan mengucurkan dana sebesar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp 17,6 triliun) yang akan disalurkan selama dua tahun ke depan untuk berbagai upaya berbasis AI. Misalnya, untuk melatih model bahasa lokal, memperbaiki layanan kesehatan, meningkatkan alat bantu pendidikan, hingga membantu petani kecil di berbagai belahan dunia.
Donasi besar ini diumumkan di tengah situasi yang tidak mudah bagi lembaga filantropi seperti Gates Foundation. CEO Gates Foundation, Mark Suzman, mengakui bahwa pemangkasan anggaran bantuan internasional oleh Amerika Serikat membuat periode ini menjadi masa yang cukup menantang.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa pihaknya belum menyerah dan akan terus mendorong Kongres serta pemerintahan Presiden Donald Trump agar kembali lebih berperan dalam isu bantuan luar negeri. Adapun laporan ini terbit tepat di tengah momen ketika sejumlah petinggi perusahaan AI terkemuka justru menyerukan agar industri memperlambat laju pengembangan teknologinya.
Perdebatan ini kian menghangat setelah seorang mantan peneliti Anthropic mengundurkan diri karena khawatir para pengembang AI tidak bertindak cukup bertanggung jawab.
Ini memunculkan kembali kekhawatiran soal potensi model AI yang kian canggih justru lepas dari kendali manusia. Gates sendiri tampaknya menangkap kegelisahan serupa.
Dalam sebuah tulisan halaman situs pribadinya bulan lalu, ia menyebut AI berpotensi menjadi “pemerata terbesar” sekaligus bisa berubah menjadi “sumber ketidakadilan terburuk”.
Ia juga mengakui bahwa teknologi ini bisa disalahgunakan untuk penipuan, disinformasi, pengawasan ilegal, serangan siber, hingga bioterorisme.
Namun berbeda dari banyak pihak yang lebih menyoroti sisi keamanan AI, Gates Foundation justru memilih fokus ke arah lain. Ia ingin mendemokratisasi manfaat teknologi ini ketimbang sekadar mendanai mekanisme pengamanannya. Sehingga AI bisa lebih merakyat dan membumi.
Dalam tulisan blognya bulan lalu, Gates bahkan berjanji seluruh kegiatan yayasannya akan “memanfaatkan AI secara maksimal”. Hal tersebut menjadikannya salah satu fokus utama dari anggaran terbesar sepanjang sejarah yayasan tahun ini.


Leave a comment