Home Ekonomi Bitcoin naik tipis akhir pekan, kini 72,758 1BTC
Ekonomi

Bitcoin naik tipis akhir pekan, kini 72,758 1BTC

Share
1 BTC Rp 1,8 miliar, naik 2,4 persen
ilustrai gambar. FOTO : popularitas.com/AI
Share

POPULARITAS.COM – Mata uang kripto, bitcoin alami kenaikan jelang libur akhir pekan. Dipantau, Sabtu (11/4/2026), 1 BTC dihargap 72,759 US Dolar.

Kenaikan ini terbilang cukup menarik karena terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang relatif stagnan, sehingga menunjukkan bahwa ada faktor khusus yang mendorong pergerakan BTC.

Salah satu pendorong utama kenaikan ini adalah meningkatnya minat dari investor institusional, yaitu lembaga keuangan besar seperti perusahaan investasi atau manajer aset. Minat ini terlihat dari derasnya aliran dana ke Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot.

Untuk diketahui, ETF adalah produk investasi yang diperdagangkan di bursa saham dan memungkinkan investor membeli aset seperti Bitcoin tanpa harus memilikinya secara langsung. Salah satu ETF terbesar, yaitu BlackRock melalui produknya IBIT, mencatat tambahan dana masuk hingga 269,3 juta Dolar AS hanya dalam satu hari. Ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan investor besar terhadap Bitcoin masih tinggi.

Selain faktor tersebut, kondisi global yang lebih kondusif juga ikut membantu. Ketegangan geopolitik sempat mereda setelah adanya pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada 10 April 2026. Situasi yang lebih tenang ini biasanya membuat investor lebih berani mengambil risiko, termasuk berinvestasi di aset kripto yang dikenal fluktuatif.

Untuk jangka pendek, pergerakan harga Bitcoin masih akan sangat dipengaruhi oleh level teknikal tertentu. Salah satu indikator penting adalah EMA 50 hari (Exponential Moving Average), yaitu rata-rata pergerakan harga selama 50 hari terakhir yang memberi gambaran tren jangka menengah. Saat ini, level tersebut berada di sekitar 70.500 Dolar AS.

Selama harga Bitcoin mampu bertahan di atas level ini, ada peluang untuk kembali menguji level tertinggi sebelumnya di kisaran 75.988 Dolar AS. Namun jika turun di bawahnya, risiko koreksi ke area sekitar 67.000 Dolar AS bisa terbuka.

Ke depan, perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 29 April 2026. FOMC adalah lembaga dalam bank sentral AS yang menentukan kebijakan suku bunga. Keputusan mereka sangat berpengaruh terhadap pasar global, termasuk kripto, karena dapat memengaruhi aliran dana dan minat investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

MUI Ungkap Dua Jenis Aset Kripto yang Berpeluang Disyariahkan

POPULARITAS.COM – Peluang pengembangan aset kripto berbasis syariah di Indonesia mulai mengarah...

EkonomiNews

Pj. Sekda Aceh Hadiri Pembukaan Meuseuraya Festival 2026

POPULARITAS.COM — Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, menghadiri pembukaan Meuseuraya Festival...

EkonomiNews

BI Catat Uang Beredar Naik 8,3 Persen Jadi Rp 10.587 Triliun

POPULARITAS.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2)...

EkonomiNews

Mukarramah Fadhlullah Kunjungi Sentra Pengolahan Kolang-Kaling di Tangse

POPULARITAS.COM – Ketua Staf Ahli TP-PKK Aceh, Mukarramah Fadhlullah, bersama pengurus TP-PKK...

Exit mobile version