Home News BKSDA Aceh Turunkan Tim Periksa Kematian Gajah di Pidie
News

BKSDA Aceh Turunkan Tim Periksa Kematian Gajah di Pidie

Share
BKSDA: 57 Persen Kematian Gajah di Aceh karena Konflik
Tim BKSDA melakukan nekropsi bangkai gajah yang ditemukan mati di kawasan perkebunan sawit di Aceh Timur, Sabtu (18/4/2020). Antara Aceh/HO/BKSDA Aceh
Share

POPULARITAS.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menurunkan tim dokter untuk memeriksa kematian gajah sumatra (Elephas maximus sumatramus) di perkebunan masyarakat di Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto di Banda Aceh mengatakan, penyebab kematian gajah belum bisa dipastikan karena harus menunggu hasil pemeriksaan tim medis.

“Tim dokter BKSDA sudah diturunkan ke lokasi. Informasi kematian gajah kami terima pada Rabu, (9/9) sekitar pukul 11-an. Kapan gajah tersebut mati dan apa penyebabnya, kami masih menunggu pemeriksaan tim media,” kata Agus Arianto, Rabu (9/9/2020) dilansir Antara.

Sebelumnya, seekor gajah sumatra berkelamin jantan tersebut ditemukan mati di perkebunan warga di Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie.

Agus Arianto menyebutkan dari informasi diterima berdasarkan tampil fisik gajah, ada luka di kaki kanan. Namun, luka tersebut belum bisa disimpulkan menjadi penyebab kematian satwa dilindungi tersebut.

“Untuk memastikan penyebab kematian gajah apakah diracun atau faktor lainnya harus dilakukan pemeriksaan tim medis. Tim dokter sudah diberangkatkan ke lokasi temuan gajah mati tersebut,” kata Agus Arianto.

Sebelumnya, Agus Arianto menegaskan gajah sumatra merupakan satwa liar yang dilindungi. Berdasarkan data organisasi konservasi alam dunia, IUCN, gajah sumatra hanya ditemukan di Pulau Sumatra.

Satwa tersebut masik spesies terancam kritis dan berisiko tinggi untuk punah di alam liar. Oleh karena itu, BKSDA Aceh mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitatnya.

“Kerusakan habitat gajah dapat menimbulkan konflik dengan manusia. Konflik ini bisa menimbulkan kerugian ekonomi dan korban jiwa bagi manusia maupun keberlangsungan hidup satwa dilindungi tersebut,” kata Agus Arianto.[acl]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

NewsSosial dan Budaya

13 Nama Jalan di Aceh Barat Daya Segera Berganti

  POPULARITAS.COM –  Sebanyak 13 nama ruas jalan di Aceh Barat Daya...

InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

Exit mobile version