POPULARITAS.COM – Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di wilayah Sumatera terus dipercepat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi satu unit contoh huntara di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, telah selesai dibangun dan akan menjadi model acuan pembangunan selanjutnya.
“Ada satu contoh huntara yang sudah selesai dibangun di Tapanuli Utara. Ini masih satuan, bukan kopel. Nantinya pembangunan akan sangat bergantung pada ketersediaan dan karakteristik lahan di masing-masing kabupaten/kota,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers Tanggap Darurat Bencana Tiga Provinsi di Pusat Informasi dan Media Center Komdigi, Aceh, Sabtu (20/12/2025).
Menurut Abdul Muhari, contoh huntara tersebut akan menjadi referensi standar pembangunan hunian sementara di wilayah terdampak. Sementara itu, kebutuhan huntara di Tapanuli Utara berdasarkan data sementara diperkirakan mencapai 40 unit.
Namun demikian, angka tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah menyesuaikan hasil verifikasi data warga terdampak secara by name, by address yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Selain progres huntara, BNPB juga mengumumkan rencana groundbreaking hunian tetap (huntap) yang akan dilaksanakan di Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Minggu (21/12/2025).
“Untuk Sibolga, pembangunan hunian tetap mendapat dukungan dari organisasi non-pemerintah, yaitu Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Groundbreaking direncanakan besok. Saat ini proses pematangan lahan sudah berjalan dan kami berharap pembangunan dapat segera dimulai,” jelas Abdul Muhari.
Sebagai informasi, berdasarkan unggahan resmi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, organisasi tersebut berkomitmen membangun 2.500 unit hunian tetap bagi korban bencana di Sumatera. Perinciannya meliputi 1.000 unit di Aceh, 1.000 unit di Sumatera Utara, dan 500 unit di Sumatera Barat.
Dalam kesempatan yang sama, BNPB juga memaparkan perkembangan pembangunan huntara di wilayah lain. Di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, huntara dibangun di tiga lokasi, yakni dua lokasi di Desa Meunasah Bie dan satu titik di Desa Manyang Lancok, dengan total 70 unit untuk 350 keluarga.
Seluruh lokasi tersebut telah melalui proses identifikasi lapangan, termasuk pengecekan kesiapan lahan serta kebutuhan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).
Sementara itu, di Sumatera Barat, proses pembersihan dan pematangan lahan (land clearing) untuk pembangunan huntara telah mencapai 79% dan terus dikebut agar hunian dapat segera ditempati warga terdampak.

Leave a comment