POPULARITAS.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengingatkan pengembang agar segera menuntaskan pembangunan rumah hunian sementara (huntara) bagi penyintas banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang dalam 5 hari ke depan.
Wakil ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera itu menegaskan pembangunan harus rampung kurang dari 1 minggu agar segera dapat ditempati oleh para penyintas. Prioritas diberikan untuk huntara di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
BNPB melaporkan kebutuhan huntara di desa tersebut cukup mendesak. Sebagian besar penyintas tidak memiliki rumah pribadi, melainkan tinggal di rumah sewa yang rusak berat akibat banjir bandang pada akhir November 2025.
Sejak bencana terjadi, para penyintas mengungsi dan bertahan di gubuk yang tidak layak huni.
BNPB juga mengonfirmasi kelompok penyintas tersebut tidak memenuhi syarat untuk memperoleh bantuan dana pemerintah. Kondisi ini terjadi karena mereka tidak memiliki tanah atau rumah, sehingga pembangunan huntara menjadi solusi utama.
“Di sini (Desa Sukajadi) masyarakat dulunya tidak punya rumah dan menyewa tempat tinggal. Begitu kena banjir, rumah yang disewa hancur, mereka bingung mau ke mana. Dana tunggu hunian pun mereka tidak dapat, karena mereka sewa dan tidak punya rumah. Sehingga BNPB mengambil langkah inisiatif membangun huntara untuk mereka,” kata Suharyanto dikutip dari Antara, Kamis (23/4/2026).
BNPB belum memerinci jumlah unit huntara yang sedang dibangun maupun total penyintas yang membutuhkan di Desa Sukajadi. Namun, berdasarkan data Satgas PRR, terdapat usulan penambahan 97 unit huntara dari bupati Aceh Tamiang yang telah diakomodasi.
Selain pembangunan huntara, Satgas PRR juga menyalurkan bantuan perbaikan rumah warga terdampak.
Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Aceh Satgas PRR Pascabencana Sumatera Safrizal Zakaria Ali mengatakan bantuan stimulan perbaikan rumah merupakan langkah konkret pemerintah dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
Total bantuan mencakup 2.336 rumah dengan kerusakan ringan, 1.722 rumah rusak sedang, dan 1.889 rumah rusak berat. Sebagian besar berada dalam kategori kerusakan ringan.
Penyaluran bantuan difokuskan pada empat kecamatan terdampak signifikan, yakni Rantau, Karang Baru, Bandar Pusaka, dan Bendahara. Kecamatan Rantau mencatat jumlah penerima terbanyak, disusul Karang Baru, Bandar Pusaka, dan Bendahara.

Leave a comment