Home News BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Potensi Dampak Fenomena El Nino
News

BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Potensi Dampak Fenomena El Nino

Share
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto. Poto : BNPB
Share

POPULARITAS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi dampak fenomena El Nino melalui partisipasi aktif.

Hal ini ditegaskan  pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak Fenomena El Nino.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri tersebut dilaksanakan secara hybrid pada Senin (29/6/2026), bertempat di Ruang Rapat Sasana Bhakti Praja, Gedung C Lantai 3 Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto,  hadir sebagai narasumber dalam sesi pertama Sosialisasi Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak Fenomena El Nino bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.

Kehadiran BNPB dalam forum tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi berbagai risiko bencana yang berpotensi meningkat akibat fenomena El Nino.

Dalam paparannya, Kepala BNPB menyampaikan bahwa fenomena El Nino yang diprediksi mulai berkembang pada pertengahan 2026 dan mencapai puncaknya pada akhir tahun hingga awal 2027 berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi kering, khususnya kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi tersebut dapat berdampak pada penurunan ketersediaan air baku, terganggunya produksi pertanian, serta meningkatnya ancaman terhadap ketahanan pangan nasional.

BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Potensi Dampak Fenomena El Nino. Poto : BNPB

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, BNPB telah melakukan berbagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan, antara lain melalui optimalisasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pembangunan sumur bor di wilayah rawan kekeringan, pengembangan jaringan pipanisasi air bersih sebagai solusi penyediaan air jangka panjang, penguatan kapasitas daerah melalui dukungan sarana dan prasarana kebencanaan, serta memastikan kesiapan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.

Hingga saat ini, BNPB telah membangun 109 titik sumur bor di tujuh provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, BNPB juga telah mengembangkan jaringan pipanisasi air bersih di Kabupaten Magelang sepanjang 33,7 kilometer, Kabupaten Gayo Lues sepanjang 12 kilometer, serta di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari upaya mitigasi struktural dan penguatan ketahanan air masyarakat di wilayah rawan kekeringan.

“Kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam menghadapi potensi dampak El Nino. Kita tidak boleh menunggu sampai bencana terjadi. Seluruh pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan harus memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan sejak sekarang agar dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI  Suharyanto, Senin (29/6/2026).

Selain upaya mitigasi kekeringan, BNPB juga terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan melalui dukungan operasi udara, Operasi Modifikasi Cuaca, pendampingan pemerintah daerah, serta penguatan koordinasi di enam provinsi prioritas rawan karhutla.

BNPB menekankan bahwa mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan karhutla harus terus ditingkatkan agar kejadian kabut asap lintas batas seperti yang terjadi pada tahun 2015 tidak terulang kembali.

Rapat koordinasi ini juga menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan langkah-langkah konkret pengendalian inflasi daerah dengan upaya mitigasi dampak fenomena El Nino, mengingat potensi gangguan terhadap produksi pangan dan distribusi komoditas strategis yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta memantau informasi resmi pemerintah terkait perkembangan kondisi iklim dan potensi bencana di wilayah masing-masing.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
KesehatanNews

Menu Sarapan Dikira Sehat padahal Bikin Gula Darah Naik

POPULARITAS.COM – Sarapan sering diisi makanan yang dianggap praktis sekaligus menyehatkan, mulai...

News

Ini Jabatan Baru Listyo Sigit Usai Diberhentikan dari Kapolri

POPULARITAS.COM – Jenderal Listyo Sigit Prabowo memperoleh jabatan baru usai diberhentikan dari...

NewsSepakbola

Final ASEAN Cup Indonesia vs Thailand: Adu Taktik 2 Pelatih Inggris

POPULARITAS.COM – Final FIFA ASEAN Cup 2026 mempertemukan Timnas Indonesia dan Thailand...

EdukasiNews

Dua Hakim Agung Mahkamah Agung RI Isi Kuliah Umum FH USK

POPULARITAS.COM — Dua Hakim Agung Mahkamah Agung Republik Indonesia, yaitu Yang Mulia...

Exit mobile version