POPULARITAS.COM -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, mendapat gelontoran dana sebesar Rp 949 juta untuk aktifitas masa transisi darurat pasca bencana hidrometeorologi kabupaten setempat.
Informasi diperoleh media ini, kucuran anggaran tersebut bersumber dari Perbup APBK 2026.
Data dihimpun popularitas.com, BPBD Pidie kemudian memecah anggaran nyaris Rp 1 miliar itu dalam empat jenis kegiatan.
Berupa belanja penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P)’ dengan pagu anggaran Rp 190 juta. Kemudian pendataan validasi dan verifikasi rumah senilai Rp 180 juta. Dan belanja operasional pendukung damkar” Rp 75 juta.
BPBD juga menggelontorkan dana transisi tersebut sebesar Rp 504 juta untuk belanja operasional.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi (RR) BPBD Pidie, Ali Basyah menyebutkan, pendataan korban terdampak akibat bencana tahap pertama dilakukan pada 5-11 Februari 2026 dengan pagu anggaran Rp 180 juta.
“Itu untuk bayar jerih tim verifikasi lapangan,” kata Ali Basyah dalam keterangannya kepada popularitas.com, Rabu (8/7/2026).
Anggaran tersebut belum mencakup pendataan kerusakan fasilitas umum. Dana untuk verifikasi dan validasi kegiatan tersebut juga memiliki pagu Rp 190 juta.
Kedua kegiatan pendataan pasca bencana tersebut memiliki pagu anggaran yang terpisah-pisah dengan nominal yang hampir serupa.
Sebelumnya, pada tahun 2025 lalu, atau pasca bencana 26 November, BPBD Pidie mengelola dana Belanja Tak Terduga (BTT) sekira Rp 1,5 miliar untuk tanggap darurat.
Kabid RR BPBD Pidie itu mengakui, dana tersebut semuanya terkuras untuk belanja operasional, baik itu pengadaan BBM, uang lelah dan biaya makan.
Leave a comment