POPULARITAS.COM – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mendorong percepatan evaluasi potensi gas di Struktur Singkil dan Meulaboh, lepas pantai barat daya Aceh, untuk menilai peluang pengembangan kedua wilayah tersebut.
Upaya itu dibahas bersama Conrad Asia Ltd dalam Workshop Penentuan Status Eksplorasi (PSE) Struktur Meulaboh dan Singkil yang berlangsung di Jakarta pada 15–16 Oktober 2026.
Dalam workshop tersebut, BPMA dan Conrad Asia Ltd mengevaluasi hasil kajian teknis serta data historis pengeboran kedua struktur. Data itu menjadi salah satu dasar untuk mengidentifikasi potensi sumber daya gas dan menentukan langkah eksplorasi berikutnya.
Berdasarkan pemaparan dalam workshop, Sumur Singkil-1 yang dibor pada 1973 pernah mencatat aliran gas sebesar 10,06 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD).
Sementara itu, Sumur Meulaboh-1 yang dibor pada 1970 mencatat aliran gas sebesar 6,7 MMSCFD.
Meski demikian, data historis tersebut belum cukup untuk memastikan kelayakan pengembangan kedua struktur. Kajian lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui besaran sumber daya yang dapat diproduksikan, karakteristik reservoir, serta aspek keekonomiannya.
Kepala BPMA, Mawardi Nur mengatakan, percepatan evaluasi penting dilakukan agar potensi migas di Aceh dapat ditindaklanjuti berdasarkan kajian teknis dan kelayakan komersial.
“Kita ingin memastikan proses pengembangan potensi migas Aceh dapat berjalan lebih cepat, khususnya pada wilayah-wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Percepatan ini penting agar potensi sumber daya migas Aceh dapat segera dievaluasi dan ditindaklanjuti secara optimal,” kata Mawardi, Minggu (18/10/2026)
Mawardi menegaskan, rencana pengembangan lapangan harus didasarkan pada evaluasi menyeluruh dan pemenuhan persyaratan yang berlaku.
Karena itu, kata dia, koordinasi antara BPMA dan kontraktor diperlukan untuk memastikan setiap keputusan didukung data dan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Hasil evaluasi Struktur Singkil dan Meulaboh diharapkan menjadi dasar penentuan tahapan kegiatan selanjutnya, termasuk persiapan rencana pengembangan lapangan atau Plan of Development (POD), apabila persyaratan teknis dan keekonomian telah terpenuhi,” ujarnya.
Selain membahas potensi pengembangan gas, Mawardi mengingatkan Conrad Asia Ltd agar menyelesaikan sisa Komitmen Pasti sesuai jadwal yang telah disepakati. Komitmen tersebut merupakan kewajiban eksplorasi yang harus dipenuhi berdasarkan ketentuan kontrak.
Workshop itu dihadiri Kepala BPMA Mawardi Nur, Deputi Perencanaan BPMA Afrul Wahyuni, Kepala Divisi Perencanaan Eksplorasi dan Eksploitasi Teuku Rizky, Kepala Divisi Teknologi dan Pengembangan Lapangan Arie Fahdhomi, serta tim perencanaan BPMA.
Adapun Conrad Asia Ltd diwakili General Manager Eryanto Effendi, Exploration Manager Minarwan, dan tim teknis terkait.
BPMA menyatakan akan terus mengawal evaluasi dan persiapan pengembangan potensi migas di Aceh. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang peningkatan pasokan gas untuk mendukung kebutuhan energi pada masa mendatang.


Leave a comment