Home News Bunga bangkai raksasa tumbuh di kebun kopi warga di Bener Meriah
News

Bunga bangkai raksasa tumbuh di kebun kopi warga di Bener Meriah

Share
Pemilik kebun Jamaludin berfoto di dekat bunga bangkai yang tumbuh tinggi di kebun miliknya. (HO/Dok. pribadi Jamaludin)
Share

POPULARITAS.COM – Bunga bangkai raksasa ditemukan tumbuh subur di kebun kopi salah seorang warga di Kampung Wih Resap, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah.

Pemilik kebun Jamaludin, dikutip dari Antara, Jumat (4/3/2022) mengatakan tumbuhan langka tersebut diketahuinya mulai tumbuh sejak tiga pekan lalu.

“Sekarang tingginya sudah tiga meter lebih,” kata Jamaluddin

Ia menuturkan bunga bangkai tersebut memiliki corak warna hijau bintik hitam pada bagian batangnya dan corak warna merah pada bagian bunga pucuk serta mengeluarkan aroma bau tidak sedap khas bunga bangkai.

Menurutnya di lokasi kebun miliknya itu juga masih terdapat beberapa bunga bangkai jenis serupa yang tumbuh masih dalam ukuran kecil.

“Sama dengan bunga raksasa ini, tapi masih kecil-kecil, tidak tahu jenisnya apa. Dulu juga sering tumbuh tapi langsung kita tebang karena kita anggap hama,” kata Jamaludin.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

HukumNews

KPK Bakal Buka Penyidikan Baru Kembangkan Penerimaan Amplop Menhut Raja Juli

POPULARITAS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang mengembangkan penyidikan terkait dugaan...

NewsTeknologi

Prabowo Targetkan Indonesia Punya Pemerintahan Digital Kelas Dunia

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memiliki pemerintahan digital kelas dunia...

News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

Exit mobile version