POPULARITAS.COM – Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau AyahWa menyatakan ketidakmampuan dalam menangani darurat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut sejak 26 November 2025.
Ketidakmampuan tertuan dalam surat bernomor 400/1832/2025 bertanggal 2 Desember 2025 tentang Pernyataan Ketidakmampuan Penanganan Darutat Bencana
Dalam surat tersebut, Bupati Aceh Utara juga meminta bantuan langsung kepada Presiden Republik Indonesia untuk kiranya membantu penanganan banjir di wilayahnya.
Beredar surat kabar ketidakmampuan dalam menangani darurat bencana banjir juga dibenarkan oleh Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli kepada Popularitas.com, Rabu (3/12/2025).
“Iya benar, bapak (Bupati Aceh Utara) sudah memantau langsung kelapangan, bahkan menembus daerah paling terisolir untuk melihat langsung masyarakat dan dampak banjir yang sangat dahsyat meluluhlantakkan 90 persen wilayah Aceh Utara,” kata Muntasir.
Dalam surat tersebut, Bupati menjelaskan bahwa banjir kali ini memiliki daya rusak yang disebut melampaui bencana gempa dan tsunami Aceh 2004.
“Jika bencana 2004 hanya memporakporandakan wilayah pesisir, banjir 2025 ini merendam seluruh wilayah Kabupaten Aceh Utara, yang mencakup 27 kecamatan dan 852 gampong,” ujarnya.
Korban Mencapai Ratusan Jiwa
Memasuki hari kedelapan, pemerintah daerah melaporkan 121 warga meninggal dan 118 orang masih hilang. Selain korban jiwa, banjir juga merusak berbagai fasilitas publik serta menghancurkan pemukiman warga di sejumlah Gampong
Menurut laporan pemerintah kabupaten, sebagian besar kawasan masih terisolasi. Akses darat terputus akibat tingginya genangan air, tumpukan material kayu, lumpur tebal, serta pohon dan tiang listrik tumbang yang menutup badan jalan.
“Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyatakan tidak mampu melanjutkan upaya penanganan darurat tanpa dukungan pemerintah pusat,” pungkasnya.

Leave a comment