POPULARITAS.COM – Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi mengingatkan jajarannya akan pentingnya akurasi data pascabencana hidrometeorologi di kabupaten tersebut.
“Kami mengingatkan jajaran pemerintah daerah pentingnya akurasi data bencana hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Pidie Jaya pada akhir November 2025,” kata Sibral Malasyi di Pidie Jaya, melansir Antara Aceh, Senin (12/10/2026).
Bupati juga menegaskan jajaran pemerintah daerah untuk segera melakukan percepatan dan menuntaskan data bencana hidrometeorologi di kabupaten tersebut, sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
“Kami meminta semua organisasi perangkat daerah mempercepat dan menuntaskan data bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Pidie Jaya,” kata Sibral Malasyi.
Bupati mengatakan persoalan dan kebutuhan masyarakat pascabencana harus sudah didata dan diverifikasi secara akurat serta dimasukkan dalam sistem yang telah ditentukan.
Menurut Sibral Malasyi, semua data harus dituntaskan paling lambat 14 Oktober 2026. Sistem input atau memasukkan data pascabencana ditutup pada 15 Oktober 2026 pukul 00.00 WIB.
“Akurasi atau ketepatan data bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bagian penting untuk memastikan kebutuhan pemulihan daerah bencana tercatat dan ditindaklanjuti secara tepat,” kata Sibral Malasyi.
Bencana hidrometeorologi melanda Kabupaten Pidie Jaya akhir November 2025 akibat hujan lebat berhari-hari menyebabkan meluapnya Krueng (sungai) Meureudu.
Luapan sungai tersebut menimbulkan banjir bandang yang membawa material kayu dan lumpur. Lumpur tersebut menimbun pemukiman penduduk dan fasilitas publik dengan ketinggian hingga dua meter.


Leave a comment