Home Internasional Cadangan 400 Juta Barel Dilepas, Krisis Minyak Mentah Bisa Berakhir?
Internasional

Cadangan 400 Juta Barel Dilepas, Krisis Minyak Mentah Bisa Berakhir?

Share
Selat Hormuz. Poto : HO | Anadolu
Share

POPULARITAS.COM – Meluasnya konflik di Iran membuat aktivitas pengiriman minyak global terganggu. Serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas energi di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran investor, karena berpotensi memperparah krisis minyak mentah dan memberi tekanan pada perekonomian dunia.

Sebagai respons, Badan Energi Internasional (IEA) pada Rabu (11/3/2026) sepakat untuk melepas cadangan minyak darurat terbesar dalam sejarah, dengan menyediakan 400 juta barel minyak dari stok negara-negara anggotanya.

Keputusan ini menandai perubahan sikap pemerintah global dalam merespons perang yang mengganggu arus minyak dunia. Sebelumnya, sejumlah pemimpin dunia sempat menunjukkan keengganan untuk menggunakan cadangan strategis mereka.

Sejak perang di Timur Tengah pecah pada 28 Februari 2026, setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, arus kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz hampir sepenuhnya terhenti.

Selat tersebut merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global, karena sekitar seperlima pasokan minyak dunia biasanya melewati rute ini setiap harinya.

Produsen utama di kawasan Teluk seperti Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab juga mengurangi produksi karena kapasitas penyimpanan mereka hampir penuh. Sementara itu, serangan terhadap fasilitas minyak dan gas oleh Iran, Israel, dan Amerika Serikat semakin memperburuk kekhawatiran terhadap pasokan.

Situasi ini membuat harga minyak melonjak dengan pergerakan yang sangat fluktuatif. Pada Senin (9/3/2026), minyak Brent sempat melonjak mendekati US$ 120 per barel, sebelum turun di bawah US$ 90 setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perang mungkin segera berakhir. Namun, serangan militer terus meningkat setelahnya.

Banyak negara sebenarnya menyimpan cadangan minyak yang dapat digunakan ketika terjadi krisis. Karena minyak merupakan komoditas global, keputusan untuk melepas cadangan biasanya dilakukan melalui koordinasi internasional agar tidak mengganggu pasar.

Salah satu lembaga yang memfasilitasi koordinasi ini adalah IEA, yang dibentuk setelah krisis minyak tahun 1973. Organisasi tersebut memiliki 32 negara anggota, termasuk Jerman, Austria, dan Jepang.

Negara-negara tersebut telah mengonfirmasi akan menggunakan sebagian cadangan mereka. Selain itu, Amerika Serikat, Meksiko, dan Australia juga merupakan anggota IEA.

Saat ini, negara anggota IEA menyimpan lebih dari 1,2 miliar barel cadangan minyak darurat pemerintah, ditambah sekitar 600 juta barel cadangan industri yang wajib disediakan perusahaan energi.

Pelepasan cadangan terbesar sebelumnya terjadi pada 2022, setelah invasi Rusia ke Ukraina, dengan total 182,7 juta barel.

Keputusan untuk menggunakan cadangan minyak strategis bukan hal sederhana, terutama ketika konflik masih berlangsung tanpa kepastian waktu berakhir. Dalam situasi seperti perang di Iran, minyak dari cadangan strategis akan dijual ke pasar global untuk meningkatkan pasokan dan secara teori menurunkan harga.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

InternasionalNews

Teheran Siapkan Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Selama 3 Hari

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kota Teheran mengumumkan rencana penyelenggaraan prosesi pemakaman untuk Ayatollah...

Exit mobile version