Home News Capaian Layanan Posyandu di Aceh Rendah di Masa Pandemi
News

Capaian Layanan Posyandu di Aceh Rendah di Masa Pandemi

Share
Pemenuhan Gizi Anak Dapat Terhambat karena Pandemi
Petugas dan kader Posyandu mengukur lingkar kepala seorang anak pada kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam rangka Hari Gizi Nasional di halaman kantor Kecamatan Alang Alang Lebar, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (12/2/2020).ANTARA FOTO/Feny Selly/wsj. (ANTARA FOTO/FENY SELLY)
Share

POPULARITAS.COM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan capaian hasil layanan posyandu selama periode 1 Juni sampai 25 Juni 2021 masih rendah untuk mengukur tinggi dan berat badan balita di tengah situasi pandemi COVID-19.

“‘Coverage’ (capaian) dari posyandu di masa pandemi untuk menimbang dan mengukur setiap bulan itu masih rendah. Saya kira ini menjadi keprihatinan kita bersama,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam Expose Data Capaian Gerakan Bulan Pemantauan Tumbuh Kembang Balita di Posyandu sebagai rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Keluarga Nasional ke-28 di Jakarta seperti dilansir laman Antara, Sabtu (26/6/2021).

Pada periode 1-25 Juni 2021, hanya 1.318.574 balita diukur berat badannya di posyandu. Angka itu mewakili hanya hampir 6 persen dari total populasi sekitar 23 juta balita di Indonesia. Sementara, jumlah balita yang diukur tinggi badannya berjumlah 1.236.557 jiwa.

Hasto menuturkan BKKBN akan mendukung program layanan pos pelayanan terpadu (Posyandu) untuk pemantauan tumbuh kembang balita bersama Kementerian Kesehatan, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, Posyandu, dan Kementerian Dalam Negeri.

“Kami berharap nanti dengan pendampingan keluarga bisa meningkatkan partisipasi dalam penimbangan ini,” ujarnya.

Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN Safrina Salim mengatakan angka balita yang diukur tinggi badannya lebih rendah daripada jumlah balita yang diukur berat badannya.
Safrina menuturkan ada 256.879 posyandu di Tanah Air. Namun, hanya 43.540 posyandu yang buka untuk memberikan pelayanan selama Juni 2021. Angka itu masih jauh dari jumlah posyandu secara nasional.

Pada kesempatan itu, Safrina melaporkan lima provinsi dengan persentase terbanyak atau tertinggi untuk posyandu yang buka pelayanan selama Juni 2021 adalah Provinsi Riau, yakni 45,05 persen.

Sementara, urutan tertinggi kedua adalah Sulawesi Barat dengan 36,67 persen, diikuti dengan Sulawesi Tenggara dengan 35,91 persen, Bangka Belitung 35,59 persen, dan Aceh 35,13 persen.

“Rata-rata posyandu yang buka dalam persentase di bawah 45 persen,” tutur Safrina.

Sedangkan lima posyandu yang terendah buka pelayanan, yaitu Jawa Timur dengan 1,90 persen, DKI Jakarta 7,72 persen, Nusa Tenggara Barat 9,61 persen, Bali 9,68 persen, dan Papua 10,40 persen.

“Kami berharap ke depannya kegiatan pemantauan tumbuh kembang balita yang dilakukan posyandu semakin masif,” ucapnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

NewsSosial dan Budaya

13 Nama Jalan di Aceh Barat Daya Segera Berganti

  POPULARITAS.COM –  Sebanyak 13 nama ruas jalan di Aceh Barat Daya...

InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

Exit mobile version