Home News Chelsea pecat direktur komersial
NewsSepakbola

Chelsea pecat direktur komersial

Share
Chelsea pecat direktur komersial
Para pemain Chelsea merayakan gol Kai Havertz (berlutut) ke gawang Manchester City dalam partai final Liga Champions 2020/21 di Stadion Dragao, Porto, Portugal, Sabtu (29/5/2021) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/Susana Vera)
Share

POPULARITAS.COM – Chelsea menyatakan telah membebastugaskan direktur komersial Damian Willoughby setelah mendapatkan bukti bahwa dia telah mengirimkan “pesan tidak pantas” sebelum ditunjuk oleh tim Liga Premier ini.

Willoughby mulai bekerja bersama Chelsea awal bulan ini setelah The Blues diakuisisi konsorsium pimpinan Todd Boehly.

Chelsea mengaku sudah menyelidiki bukti pesan tidak pantas yang dikirimkan oleh Willoughby, sebelum ditunjuk sebagai direktur Chelsea FC awal bulan ini.

Chelsea menyebut prilaku Willoughby sungguh bertentangan dengan lingkungan tempat kerja dan budaya perusahaan yang dibangun pemilik baru Chelsea.

Harian Inggris The Telegraph menyebutkan Willoughby telah mengirimkan pesan ke seorang agen keuangan sepak bola sejak tahun lalu. Tak disebutkan pesan yang disebut tidak pantas itu. (ant)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

3 Hal yang Disampaikan Sekjen PBB Saat Bertemu Prabowo

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...

EkonomiNews

BPMA Bidik Pengembangan Potensi Gas di Blok Singkil dan Meulaboh

POPULARITAS.COM – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mendorong percepatan evaluasi potensi gas...

News

Tradisi Pedang Pora untuk Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

POPULARITAS.COM – Brigadir Jenderal TNI Mahesa Fitriadi mengikuti prosesi tradisi penyambutan sebagai...

KesehatanNews

Kemenkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, Anak-anak dan Ibu Hamil Rentan Terdampak

POPULARITAS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan...

Exit mobile version