China bangun kapal induk nirawak, diklaim pertama di dunia
Arsip - Kapal induk pertama China, yang direnovasi dari kapal induk tua yang dibeli dari Ukraina pada 1998, terlihat merapat di Pelabuhan Dalian, Liaoning, 22 September 2012. (ANTARA/Reuters/Stringer/as)
Home News China bangun kapal induk nirawak, diklaim pertama di dunia
News

China bangun kapal induk nirawak, diklaim pertama di dunia

Share
Share

POPULARITAS.COM – China membangun kapal induk tanpa awak yang bisa dikendalikan dengan menggunakan remote dan mampu melakukan navigasi secara mandiri di perairan terbuka.

Southern Marine Science and Engineering Guangdong Laboratory (SMSEGL) yang mengembangkan kapal induk drone bernama Zhu Hai Yun tersebut mengklaim sebagai kapal induk nirawak pertama di dunia.

Kapal tersebut mulai memasuki galangan kapal di Pelabuhan Gaolan, Kota Zhuhai, Provinsi Guangdong, pada Kamis (12/1/2023).

Selanjutnya akan menjalani proses konstruksi selama 1,5 tahun, demikian media setempat, Jumat.

Pihak pengembang menyatakan bahwa rancangan dan konstruksi Zhu Hai Yun mengikuti prinsip-prinsip kecerdasan artifisial yang ramah lingkungan, dukungan sains dalam sistem nirawak, dan futuristik.

Sistem penggerak, propulsi, teknologi artifisial, dan sistem-sistem pendukung lainnya dikembangkan secara mandiri oleh tim peneliti dari China.

Zhu Hai Yun nantinya akan menjadi kapal laut tanpa awak pertama yang diuji secara profesional,” kata Direktur SMSEGL Chen Dake dalam pernyataannya, Sabtu (14/1/2023).

Uji coba tersebut bertujuan untuk mengetahui kinerja navigasi otonom kapal nirawak tersebut.

Menurut Chen, kapal tersebut akan bernavigasi secara mandiri selama 12 jam nonstop dalam menghadapi berbagai rintangan dan membuat perencanaan jalur yang akan dilalui.

Kapal cerdas nirawak yang panjangnya 88,5 meter dan berbobot 2.100 ton tersebut dirancang mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 18 knot.

Kapal tersebut memiliki dek belakang yang besar agar bisa mengangkut berbagai instrumen observasi udara, laut, dan kapal selam nirawak itu dapat melakukan tugas-tugas survei kelautan yang komprehensif, termasuk pemetaan, pengamatan, patroli, dan pengambilan sampel. (ant)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Persiraja Banda Aceh dukung aturan VAR di Liga 2

POPULARITAS.COM – Tim Liga 2 asal Aceh yakni Persiraja Banda Aceh mendukung...

News

Tiga rumah di Aceh Besar terbakar

POPULARITAS.COM – Tiga unit rumah terbakar di Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona...

News

Bupati Aceh Timur sambut kedatangan Mualem

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem telah tiba kembali di Aceh...

News

Draft revisi UUPA akan di paripurnakan di DPR Aceh sebelum dibawa ke Jakarta

POPULARITAS.COM – Anggota Tim Revisi Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA), Abdurrahman Ahmad mengatakan...

Exit mobile version