Home News China Temukan 182 Kasus Covid-19 Tanpa Gejala
News

China Temukan 182 Kasus Covid-19 Tanpa Gejala

Share
China Temukan 182 Kasus Covid-19 Tanpa Gejala
Peng Jin, 24 tahun, dalam sesi foto pernikahannya pada Rabu (15/4/2020) setelah "lockdown" dihentikan di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei dan merupakan pusat penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di China. ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song/aww/cfo
Share

WUHAN (popularitas.com) – Pemerintah Kota Wuhan, China, mendapati 182 orang berkaitan dengan kasus COVID-19 namun tanpa menunjukkan gejala.

Penemuan 182 orang tanpa gejala itu muncul setelah pemerintah kota setempat melakukan tes dengan menggunakan asam nukleat terhadap 275.400 orang selama 8-15 April, demikian dilaporkan Changjiang Daily, Minggu (19/4/2020).

Komisi Kesehatan Kota Wuhan telah melakukan tes terhadap masyarakat yang ingin segera bekerja di ibu kota Provinsi Hubei itu yang paling banyak menyumbangkan kasus COVID-19 atau masyarakat yang ingin meninggalkan Wuhan untuk bekerja di berbagai kota lain di China.

“Saat ini di Wuhan terdapat 53 tempat tes asam nukleat dan 211 tempat pengumpulan sampel. Dengan kapasitas 40.000 tes, permintaan warga Wuhan yang ingin melakukan tes bisa dipenuhi,” kata seorang staf Komisi Kesehatan Kota Wuhan.

Lembaga tersebut mewajibkan tiap orang tanpa gejala melakukan tes dan melaporkannya secara berkala serta bersedia menelusuri jejaknya dalam tempo 24 jam.

Menurut pemerintah China, orang tanpa gejala harus menjalani karantina selama 14 hari untuk dilakukan observasi medis.

Hanya mereka yang tidak menunjukkan gejala dalam tempo 14 hari dan hasilnya negatif dalam dua kali tes boleh meninggalkan ruang observasi.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Hubei mengklasifikasi 76 kabupaten/kota yang termasuk berisiko rendah dari paparan COVID-19.

Status risiko rendah dilekatkan pada daerah yang tidak ada kasus baru dalam 14 hari terakhir, sedangkan risiko menengah adalah daerah yang kurang dari 50 kasus dan risiko tinggi di atas 50 kasus.

Wuhan termasuk daerah yang tadinya berisiko tinggi berubah menjadi berisiko rendah, lapor China Daily. [ANT]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau, Tiga Penerbangan di Bandara SIM Dibatalkan

POPULARITAS.COM – General Manager Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Rahmat Adil...

InternasionalNews

Demi Cegah Flu Burung Merebak, Australia Suntik Vaksin ke Ribuan Penguin

POPULARITAS.COM – Upaya untuk melindungi populasi penguin kecil di negara bagian Victoria...

News

Wagub Aceh Terima Penghargaan Tokoh Penguat Ekonomi Syariah Aceh

POPULARITAS.COM – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menerima penghargaan SMSI Aceh...

KesehatanNews

Manfaat Mandi Air Dingin dan Hal yang Perlu Diperhatikan

POPULARITAS.COM – Mandi air dingin atau cold shower menjadi kebiasaan yang dilakukan sebagian orang, terutama...

Exit mobile version