Home News Corona Naik Saat New Normal, Ma’ruf Salahkan Warga
News

Corona Naik Saat New Normal, Ma’ruf Salahkan Warga

Share
Wapres: Cara Berpikir Konservatif Negara Islam Sulit Berkembang
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan ceramah yang disiarkan TVRI dari kediaman dinas Wapres di Jakarta, Minggu (10/5/2020). (Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut kenaikan kasus Virus Corona (Covid-19) usai penerapan kebijakan adaptasi kebiasaan baru (AKB) alias new normal disebabkan masyarakat kurang menaati protokol kesehatan.

“Dulu namanya new normal, tapi sekarang AKB. Tapi setelah [kebijakan] ini kita lakukan, soal Covid juga yang saya lihat kenapa [kasus] masih naik? Karena masyarakat kurang mentaati protokol kesehatan,” kata dia, saat menggelar pertemuan dengan pimpinan organisasi masyarakat Islam di Istana Wakil Presiden, Jumat, 17 Juli 2020.

Ma’ruf menyatakan awalnya pemerintah menerapkan kebijakan AKB karena melihat perkembangan penurunan kasus penularan corona di Indonesia.

Ia bilang AKB diterapkan untuk memulihkan perekonomian Indonesia yang sempat memburuk akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Jadi sebenarnya semula kami melihat ada penurunan, oleh karena itu diberlakukannya dulu namanya New Normal, sekarang AKB,” kata Ma’ruf.

Ia menekankan memulihkan perekonomian di tengah pandemi juga sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat. Jika tak dilakukan, kondisinya akan lebih berbahaya lagi.

Ditegaskan Ma’ruf bahwa pemerintah sedang berupaya menekan bahaya Covid-19 dan bahaya keterpurukan ekonomi secara bersamaan.

“Masyarakat jangan terpapar dan terkapar. Yang jadi masalah sekarang adalah kepatuhan masyarakat,” kata Ma’ruf.

Selain itu, Ma’ruf juga meminta kepada para ulama agar tak memandang virus corona sebagai bentuk rekayasa atau konspirasi. Ia menegaskan bahwa virus tersebut merupakan ancaman yang nyata dan telah menimpa sekitar 215 negara di dunia saat ini

“Saya harap di antara kita yang mempersoalkan seperti ini ada rekayasa, konspirasi, saya kira tidak perlu mempersoalkan ini konspirasi atau apa. Yang kita hadapi sekarang menyelamatkan umat,” kata Ma’ruf.

Jumlah kasus positif corona di Indonesia hingga Jumat, 17 Juli 2020 tepat berada di bawah China dan nyaris melampaui negara tersebut.

Data yang dihimpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pada Jumat, kasus positif bertambah sebanyak 1.462 orang sehingga totalnya menjadi 83.130 orang.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Terjebak di Area Bekas Karhutla, 2 Orang Utan di Sampit Dievakuasi

POPULARITAS.COM – Dua orang utan berhasil diselamatkan tim gabungan Balai Konservasi Sumber...

News

Gubernur Muzakir Manaf dan Ketua DPR Aceh rapat koordinasi bahas potensi bencana hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri rapat koordinasi bersama Gubernur Aceh...

News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

Exit mobile version