POPULARITAS.COM – Seluruh diplomat Iran yang bertugas di Arab Saudi, diperintahkan meninggalkan negara itu kurun waktu 24 jam. Langkah yang ditempuh itu, akibat kekacauan dan serangan yang dilakukan Iran ke Arab Saudi yang timbulkan instabilitas.
Mengutip The New Arab, Minggu (22/3/2026), keputusan tersebut mencakup atase militer Iran, asistennya, serta tiga staf kedutaan. Langkah tegas ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan akibat serangan yang dikaitkan dengan Iran di wilayah Saudi.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan, tindakan ini merupakan respons atas serangan rudal dan drone yang terus berlanjut dan dinilai dapat memperburuk hubungan bilateral kedua negara.
Pihak berwenang Saudi menyebut negaranya telah menjadi target ratusan serangan sejak pecahnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Sebagian besar serangan tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Dalam pernyataannya, pemerintah Saudi memperingatkan bahwa eskalasi yang terus terjadi akan membawa “konsekuensi signifikan” terhadap hubungan kedua negara, baik saat ini maupun di masa depan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi juga menegaskan bahwa negaranya memiliki hak untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran jika situasi terus memburuk.
Padahal, kedua negara sempat memulihkan hubungan diplomatik pada 2023 setelah bertahun-tahun mengalami ketegangan dan konflik tidak langsung di kawasan Timur Tengah.
Namun, konflik terbaru di kawasan, termasuk perang yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran, kembali memicu instabilitas. Situasi ini juga berdampak pada sektor energi, dengan terganggunya ekspor minyak dan gas dari Timur Tengah.
Ketegangan yang meningkat ini menambah kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan dan potensi dampaknya terhadap ekonomi dunia.

Leave a comment