Home News Dana direkening ustad Das’ad Latif untuk bangun masjid diblokir PPATK
News

Dana direkening ustad Das’ad Latif untuk bangun masjid diblokir PPATK

Share
Dana direkening ustad Das’ad Latif untuk bangun masjid diblokir PPATK
Ilustragi gambar. FOTO : popularitas.com/blackboxAI
Share

POPULARITAS.COM – Ustadz Das’ad Latif mengaku kesal, sebab rekening miliknya diblokir PPATK. Apalagi, dana tersebut direncanakan untuk bangun masjid Hj Siti Mang di Tamalanrea, Sulsel.

Ia mengaku dirinya baru mengetahui rekening banknya diblokir setelah hendak membayar material semen dan besi di toko bangunan.

“Kemarin saya rencananya mau membayar besi dan semen untuk masjid yang saya bangun, jadi saya datang mengambil uang yang ditabung di bank pemerintah. Setelah tiba, ternyata rekening saya diblokir,” ujarnya, Jumat (8/8/2025) dikutip dari laman beritasatu.com jaringan popularitas.com 

Ia menyampaikan, menurut pihak bank pemblokiran dilakukan untuk menghindari hal-hal negatif. Namun menurut Das’ad, kebijakan tersebut justru dapat menimbulkan keresahan di masyarakat, apalagi proses pengaktifan kembali rekening memakan waktu hingga tujuh hari dan dikenai biaya Rp 100.000.

“Setahu saya, negara selalu mengiklankan ajakan menabung. Kenapa setelah kita simpan malah diblokir? Kalau ingin aktifkan kembali rekening harus bayar Rp 100.000. Saya disuruh menunggu tujuh hari,” tuturnya.

Ia menilai, pemblokiran bukan hanya soal akses dana, namun juga menyangkut nama baik. Ia menegaskan uang di rekeningnya tersebut adalah hasil tabungan dari berdakwah keliling Indonesia. Jumlahnya pun tak banyak, hanya berkisar Rp 300 juta.

“Orang yang rekeningnya diblokir biasanya dicurigai terlibat tindak pidana atau transaksi kejahatan. Andai di rekening saya tiba-tiba ada Rp 1 triliun, barulah wajar dicurigai. Masjid tersebut sepenuhnya dari hasil ceramah saya dan tanpa bantuan pihak lain sebagai bentuk kecintaan terhadap dakwah. Saya ingin membuktikan, ustaz bukan hanya mengajak bersedekah lewat lisan, tetapi juga memberi teladan dengan tindakan nyata,” tegasnya.

Ia berharap kebijakan perbankan dan lembaga pengawas keuangan lebih berpihak pada kepentingan masyarakat, bukan justru menyulitkan.

“Saya menabung untuk aman dan membantu negara, tetapi malah diblokir. Mudah-mudahan ini hanya terjadi pada saya tidak pada masyarakat yang lebih kecil dari saya,” tandas Das’ad.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Fadhlullah  Minta Pemkab Tuntaskan Pembangunan Huntap pada 2027

POPULARITAS.COM – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, atau akrab disapa Dek Fadh meminta...

News

Jangan Salah, Ini Beda Fungsi Air Purifier dan Humidifier

POPULARITAS.COM – Menjaga kualitas udara di dalam rumah bukan hanya soal membersihkan...

HukumNews

Dirjen Imigrasi Ungkap Modus Penipuan perekrutan WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia

POPULARITAS.COM – Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengungkap modus penipuan yang merekrut...

News

Buku ‘Ilmu Kepolisian sebagai Bidang Studi’ karya Dedy Tabrani dibedah di Universitas Indonesia

POPULARITAS.COM – Para akademisi di Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, gelar kegiatan...

Exit mobile version